Suara.com - Pelama memegang Presidensi G20, Indonesia akan memiliki andil dalam menentukan keputusan global sebagai solusi nyata atas permasalahan dunia. Indonesia memiliki peran dan kepentingan untuk memastikan ekonomi tumbuh dan pulih dengan baik, termasuk negara-negara G20.
“Ketika melihat perdagangan berjalan dengan baik dan akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi, maka dapat menciptakan lapangan pekerjaan, juga untuk menarik investasi yang lebih banyak karena dunia akan melihat Indonesia dalam topik yang sangat sentral dimana kita menunjukkan prestasi-prestasi yang sudah kita lakukan semasa pandemi ini, sebelum pandemi, dan juga recover yang akan kita lakukan bersama-sama ke depan,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu dikutip dari laman Kemenkeu, Rabu (3/11/2021).
Febrio menjelaskan hal pertama yang terpengaruh ketika terjadi krisis secara global adalah perdagangan internasional yang turun sangat tajam.
Masalah tersebut mengakibatkan pengangguran di sektor manufaktur yang memproduksi barang-barang yang diperjualbelikan secara internasional.
“Biasanya kalau krisisnya agak berkepanjangan seperti pandemi ini, maka pemulihan perdagangan ini harus kita pastikan terjadi secara berkelanjutan,” katanya.
Di sisi lain, pemulihan ekonomi mulai terjadi di dunia, termasuk Indonesia. Konsumsi barang dan jasa masyarakat mulai meningkat sehingga permintaan menjadi tinggi.
Kepala BKF menegaskan supply chain perlu terus dijaga untuk memastikan ketersediaan barang dan jasa dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat.
“Kita harus pastikan supply chain-nya bisa bergerak lagi ketika demand-nya sudah mulai naik lagi. Inilah yang menjadi kerjasama yang harus kita lakukan secara bersama-sama. Di G20 juga kita bicarakan tentang risiko supply chain karena kita lihat harga komoditas dan harga transportasi mulai meningkat. Hubungan dagang harus kita pulihkan dalam konteks biaya untuk melakukan perdagangan tersebut,” ujarnya.
Pandemi Covid-19 menyebabkan krisis yang lebih panjang daripada krisis-krisis yang pernah dihadapi dunia sebelumnya. Hal tersebut menyebabkan kinerja perekonomian Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh kinerja perekonomian global.
Baca Juga: UU HPP Bakal Bawa Rasio Pajak RI Bisa Capai 10 Persen di 2025
“Kita ingin agar global ekonomi itu memang pulih secara bersama-sama, pulih secara kuat bersama-sama. Kalau hanya satu negara yang pulih, negara yang lain tidak pulih, apalagi dalam hal kesehatannya, maka pemulihan suatu perekonomian itu tidak akan berkelanjutan. Inilah yang harus kita kerjakan bersama-sama dengan negara-negara G20,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran
-
Cek Aktivasi Rekening PIP 2026 Agar Dana Bantuan Tidak Hangus
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM