Suara.com - Kantor Bea Cukai Tipe C Soekarno Hatta digeledah Penyidik Kejaksaan Tinggi Banten menyusul kasus dugaan pemerasan terhadap perusahan jasa titipan di bandara Soekarno Hatta naik ke tahap penyidikan.
Disampaikan oleh Kasi Penkum Kejati Banten, Ivan H. Siahaan, sejumlah barang diamankan dalam penggeledahan itu.
"Secara gerak cepat maka pada hari ini sekira pukul 11.00 tim penyidik Kejati Banten sekitar 5 (lima) orang yang langsung dipimpin Oleh Asisten Pidana Khusus Iwan Ginting telah melakukan penyitaan terhadap beberapa dokumen dan barang bukti di Kantor Bea Cukai Tipe C Soekarno Hatta," ujarnya melalui keterangan tertulis.
Ivan juga mengatakan, pihaknya membawa sejumlah barang bukti seperti uang tunai dengan nominal Rp 1 Miliar, dan beberapa dokumen yang diduga mengarah kepada perkara pemerasan tersebut.
"Adapun yang berhasil disita yaitu uang sejumlah Rp 1.169.900.000, dan dokumen-dokumen terkait perkara dimaksud, yang jumlahnya sekira 1 koper," tulisnya.
Selain barang bukti tersebut, tim Penyidik juga telah memeriksa 4 orang saksi dari pihak swasta di ruang riksa tindak pidana khusus.
Sebelumnya diketahui bahwa Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) melaporkan adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oleh pegawai di Kantor Bea dan Cukai Bandara Soetta terhadap perusahaan ekspedisi.
Berita Terkait
-
Geledah Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Kejaksaan Sita Rp 1,1 Miliar
-
67 Pesawat Komersil Sudah Dipindahkan dari Bandara Halim Perdanakusuma
-
Citilink Alihkan Penerbangan dari Halim Perdanakusuma ke Bandara Soekarno-Hatta
-
Kapolresta Jogja Curigai Kuitansi Parkir Nuthuk Rp350 Ribu: Justru Kru Bus yang Pungli
-
Tersandung Dugaan Pungli, Begini Status Oknum Pimpinan SMAN 22 Bandung
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%