Suara.com - Harga emas melonjak di atas 1.900 dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor menumpuk ke logam kuning dan aset safe-haven lainnya di tengah meningkatnya ketegangan atas konflik Rusia-Ukraina, setelah Presiden AS mengatakan ada indikasi Rusia berencana untuk menyerang Ukraina.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, melonjak 30,50 dolar AS atau 1,63 persen, menjadi ditutup pada 1.902,00 dolar AS per ounce, setelah mencapai tertinggi sesi di 1.903,65 dolar AS dan menandai penyelesaian emas berjangka tertinggi sejak Juni 2021.
Saham-saham AS merosot lebih dari 1,0 persen karena ketegangan di Ukraina meningkat. Pemberontak yang didukung Rusia dan pasukan Ukraina saling menuduh pada Kamis (17/2/2022) bahwa masing-masing telah menembak melintasi garis gencatan senjata di Ukraina timur.
"Ketika waktu benar-benar menjadi tidak pasti dan kecemasan semakin tinggi, emas masih merupakan aset safe-haven untuk dituju," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.
Sementara itu, Rusia mengusir wakil duta besar AS Bartle Gorman, memperingatkan tanggapan AS di tengah meningkatnya kekhawatiran akan invasi Rusia ke Ukraina.
"Tidak hanya peristiwa di perbatasan Ukraina yang membuat investor mencari tempat berlindung yang aman, tetapi (emas) juga menawarkan perlindungan inflasi pada saat harga melonjak dan prospek harga minyak dan gas yang lebih tinggi, jika Rusia menyerang," Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA, mengatakan dalam sebuah catatan.
Risalah pertemuan kebijakan terbaru Fed pada hari Rabu (16/2/2022) menunjukkan sementara pembuat kebijakan sepakat bahwa akan "segera sesuai" untuk menaikkan suku bunga acuan overnight Fed dari level mendekati nol, mereka akan menilai kembali garis waktu kenaikan suku bunga pada setiap pertemuan.
"Risalah FOMC terbaru tidak menawarkan petunjuk hawkish baru," kata analis Exinity, Han Tan.
Data ekonomi negatif yang dirilis pada Kamis (17/2/2022) juga mendukung emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS naik 23.000 menjadi 248.000 dalam pekan yang berakhir 12 Februari.
Baca Juga: Libatkan Tim Labfor Makassar, Hasil Uji Balistik 20 Senjata Api Polda Sulawesi Tengah Keluar 4 Hari
Indeks manufaktur Philadelphia Fed yang dirilis oleh Federal Reserve Philadelphia turun ke 16,0 pada Februari dari 23,2 pada Januari.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 27 sen atau 1,14 persen, menjadi ditutup pada 23,875 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 29 dolar AS atau 2,73 persen, menjadi ditutup pada 1,092,7 dolar AS per ounce. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih