Suara.com - Link Net membukukan pendapatan sebesar Rp4,5 triliun pada FY2021, bertumbuh 10,4% dibandingkan dengan Rp4,05 triliun di FY2020. Pendapatan pada 4Q2021 tercatat sebesar Rp1,2 triliun, bertumbuh 11,8% dibandingkan dengan Rp1,1 triliun pada 4Q2020.
EBITDA Perseroan tercatat sebesar Rp2,5 triliun pada FY2021, meningkat 8,5% dibandingkan dengan Rp2,3 triliun pada FY2020. Laba Bersih tercatat sebesar Rp885 miliar pada FY2021.
Margin EBITDA dan Laba Bersih masing-masing tercatat pada 56,0% dan 19,8%. Arus kas operasional Perseroan tercatat sebesar Rp1,97 triliun pada FY2021, bertumbuh 6,1% dibandingkan dengan FY2020. Posisi kas Perseroan tercatat pada Rp271 miliar pada akhir tahun 2021.
Link Net terus melanjutkan kesuksesan dalam proyek migrasi. Setelah proyek ini selesai, Perseroan akan menerima peningkatan arus kas yang signifikan. Para pemegang saham dapat menantikan saat penyelesaian proyek migrasi Link Net dan arus kas dari beban sewa tiang tahunan dapat dialihkan untuk kebutuhan investasi produktif termasuk pertumbuhan jaringan dan peningkatan pelanggan.
Link Net tetap mencatat Average Revenue per User (ARPU) yang tinggi pada FY2021 sebesar Rp348 ribu atau setara dengan US$24.
Pada tahun 2021, Link Net menambahkan 190 ribu homes passed, yang menjadikan total jaringan Link Net sebesar 2,87 juta homes passed. Saat ini, Link Net hadir di 23 kota di Jawa, Medan, Batam, dan Bali.
Pertumbuhan pelanggan menurun pada tahun 2021 akibat dampak negatif COVID19 terhadap ekonomi, kesehatan, dan sosial. Meski telah menerapkan prosedur dan protokol kesehatan yang komprehensif untuk melindungi staf, pelanggan, serta untuk meyakinkan masyarakat, COVID-19 berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas tim sales dan operasional Link Net.
Dengan adanya pembatasan yang dilakukan masyarakat di beberapa wilayah sebagai upaya meningkatkan protokol kesehatan, kondisi ini menghambat kemampuan tim sales dan operasional Link Net untuk menambahkan pelanggan baru.
Pada awal pandemi, terjadi perubahan drastis akan perilaku konsumen yang mengakibatkan peningkatan permintaan akan layanan internet dan Pay TV. Hal ini dipengaruhi juga karena adanya pembatasan sosial, sehingga terjadi peningkatan kebutuhan layanan broadband untuk memfasilitasi kegiatan bekerja dan belajar dari rumah, serta layanan hiburan berbasis online.
"Pada beberapa bulan pertama pandemi, kami menambahkan jumlah pelanggan dengan rekor terbanyak. Namun, setelah kurang lebih 2 tahun masa pandemi, kami melihat terdapat penurunan daya beli pada pelanggan dan masyarakat," kata Marlo Budiman, Presiden Direktur dan CEO PT Link Net Tbk ditulis Kamis (7/4/2022).
Secara umum, tingkat churn tertinggi terjadi pada tahun pertama dalam siklus pelanggan. Setelah menambahkan 171 ribu pelanggan baru pada tahun 2020, seperti yang sudah terjadi sebelumnya, banyak dari pelanggan ini berhenti berlangganan pada tahun 2021.
Penambahan gross subscriber juga menurun pada tahun 2021 karena dampak COVID-19 yang berkelanjutan. Link Net menambahkan 16 ribu pelanggan pada FY2021, menjadikan total pelanggan Link Net sebanyak 855 ribu pelanggan.
Seiring kondisi ekonomi membaik pada tahun 2022, kami berharap tingkat pertumbuhan pelanggan dapat meningkat lebih tinggi.
"Untuk mendukung laju pertumbuhan pelanggan dan mengurangi tingkat churn, kami telah berinvestasi pada tingkat kualitas pelayanan melalui peningkatan operasional, produk, dan jaringan," kata Marlo.
Link Net telah mengembangkan layanan hiburan dan konten olahraga terdepan. Konten olahraga Link Net meliputi Premier League dan Champions League, NBA, Formula 1, MotoGP, tennis, golf, rugby, badminton dan masih banyak lagi. Link Net juga telah meluncurkan paket agregasi OTT pertama di Indonesia di tahun 2021. Produk OTT ini menyediakan pelanggan kami berbagai pilihan konten OTT berkualitas tinggi dengan harga yang lebih rendah dibandingkan berlangganan ke masing-masing OTT secara terpisah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
-
Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau
-
Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya
-
Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik
-
Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi
-
99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!