“Strategi pemasaran yang tepat akan mengakselerasi pemulihan ekonomi di Kota Bandung,” tutup Kang Yana dalam sambutannya.
Perkembangan Strategi Marketing Menarik Secara Akademik
Rektor Unpad, Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE mengucapkan selamat atas diselenggarakannya rapat kerja nasional IMA di kota Bandung dan sangat menyambut baik salah satu rangkaian acara yang dapat dilaksanakan dilaksanakan di Universitas Padjadjaran (Unpad).
"Sebelumnya saya ucapkan selamat dan semoga berjalan lancar kegiatan rakernas IMA yang diadakan di Bandung ini. Tentu saja, Unpad sangat gembira karena Aula Graha Sanusi Hardjadinata Unpad bisa menjadi salah satu tempat dalam pelaksanaan SG dalam rangkaian acara rakernas IMA 2022 ini." tutur Rina.
Rina juga mengungkapkan bahwa perkembangan marketing saat ini sangat menarik untuk diteliti secara akademik dikarenakan perkembangannya yang dinamis dan begitu cepat, apalagi kalau dikaitkan dengan efek apa saja yang terjadi sebelum dan setelah pandemi COVID-19.
"Perkembangan di dunia marketing sangat menarik untuk diamati dan dijadikan kajian ilmiah, tidak hanya harus kuat secara teori tapi secara praktek pun harus kuat. Dengan hadirnya Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya dalam SG ini, harapannya para peserta bisa langsung mendapatkan ilmu dan pemahaman dari pakar dan ahlinya. Selain itu, kita juga bisa saling bertukar pikiran, strategi pemasaran seperti apa yang cocok dilakukan saat berada dalam situasi pandemi COVID-19 maupun setelah menjadi endemi," ungkap Rina.
Dalam langkah mengembangkan keahlian pemasar di Indonesia, IMA yang sebelumnya hanya memiliki 41 chapter saat ini telah berkembang dengan total anggota menjadi 75 chapter.
Disamping itu sebagai mitra yang peduli terhadap kesejahteraan Indonesia, IMA turut menggandeng berbagai kalangan masyarakat seperti universitas, pelaku UMKM, dan juga pemerintah dalam pelaksanaan kegiatannya. Dengan begitu, jaringan koneksi pemasar Indonesia akan semakin luas.
President IMA Bandung, Dr. Lina Auliana.,SE.,MM berharap dengan adanya kegiatan Rakernas IMA 2022 ini bisa menambah ilmu dan pengetahuan bagi para peserta terkait perkembangan dunia marketing.
Baca Juga: Kenali, Apa itu Pengertian Digital Marketing dan Jenisnya?
“Tentu saja momen Rakernas IMA ini harus di gunakan dengan sebaik –baiknya bagi para peserta Rakernas IMA, bukan saja sebagai rapat kerja tetapi juga digunakan untuk menambah ilmu pengetahun terkait bagaimana perkembangan dunia marketing di Indonesia bahkan di dunia.” Ungkap Lina.
Saat ini baik di Indonesia bahkan di dunia sedang dalam era kebangkitan ekonomi. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia disusul dengan munculnya berbagai virus, tidak hanya menimbulkan krisis ekonomi tetapi juga krisis kesehatan dan krisis sosial.
Kondisi ini membuat kinerja hampir semua lini bisnis dan perekonomian menjadi sangat terpuruk.
Melalui acara ini, IMA mengharapkan Rakernas akan memberikan output
pemikiran-pemikiran baru yang bermanfaat, baik dari segi keilmuan ataupun pemasaran praktis – yang nantinya pemikiran tersebut dapat memberikan ide-ide kreatif, juga inovatif sebagai bentuk kontribusi terhadap strategi bisnis sebagai upaya mengakselerasi percepatan perekonomian pasca COVID-19.
Menurut Lina, banyak hal yang menarik dalam Rakernas IMA di tahun 2022 ini. Salah
satunya adalah banyak sekali rangkaian acara yang bisa digunakan peserta untuk saling bertukar pikiran terkait dunia marketing, selain itu, acara ini juga banyak dihadiri oleh akademis dan pakar-pakar di bidang pemasaran baik taraf lokal maupun nasional.
“Rakernas IMA yang dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta dari 75 chapter se-Indonesia ini memiliki serangkaian kegiatan yang sangat padat. Diawali dengan Studium Generale (SG) dengan Tema BUMN 2030: 10 Great Cases By Mark Plus, dengan pembicara Hermawan Kartajaya yang merupakan Honorary Founding Chairman IMA juga Pakar Marketing Indonesia. Dilanjut dengan Prof. Philip Kotler yang merupakan The Father of Modern Marketing. Setelah acara SG, masih di hari yang sama akan ada Company Visit Industry ke PT. Telkom lalu keesokan harinya tanggal 28 Mei 2022 adalah Rapat kerja Nasional,” tambah Lina.
Lebih lanjut, Lina berharap bahwa adanya acara Rakernas IMA 2022 ini bisa dimanfaatkan oleh para praktisi marketing di Kota Bandung untuk dapat menumbuhkan lagi ide-ide pengembangan perekonomian serta bisnis di Kota Bandung.
Menyeimbangkan Profitability dengan Sustainability: Prof. Kotler Prof. Philip Kotler dalam paparannya di acara SG, bertajuk The Future of Marketing in 2031. menyampaikan seruan untuk menyeimbangkan profitability perusahaan dengan
Sustainability.
Seruan ini diwujudkan dengan menerapkan prinsip-prinsip degrowth economy, baik di level perusahaan maupun segenap pemasar di berbagai belahan dunia.
“Saya rasa fork model dari Buckminster Fuller memberikan gambaran yang baik mengenai situasi bisnis saat ini, dimana kita telah melewati persimpangan dan masih belum terlambat untuk memutuskan dengan lebih bijak. Apakah kedepannya kita akan tetap melaju dengan prinsip kerja bisnis yang sama seperti sekarang, hingga kita tiba di titik point of no return, atau sebaiknya kita melihat ke belakang, mempertimbangkan backtrack ataupun melakukan lompatan besar untuk menuju situasi masyarakat yang ideal,” ucapnya.
“Saya kira kita semua perlu memutuskan dengan lebih bijak sehingga kita dapat mewariskan dunia yang indah ini kepada generasi selanjutnya. Saya berharap di 2031, saat perayaan ulang tahun saya yang ke-100, kita sebagai ahli pemasar dapat mengoreksi arah dunia pemasaran menuju gerakan pemasaran yang berlandaskan semangat social marketing.”
Honorary Founding Chairman IMA Hermawan Kartajaya menyampaikan presentasi yang selaras dengan presentasi Philip Kotler, yaitu model swoosh yang dikaitkan dengan Sustainable Development Goals 2030. Model swoosh yang dibuat Hermawan di tahun 2020, dan sudah digunakan membantu berbagai perusahaan dan institusi pemerintahan agar bisa melakukan relief-recovery-reform di masa pandemi covid-19, digunakan Hermawan sebagai model utama bedah kasus transformasi BUMN, Selain model swoosh Hermawan juga menyinggung berbagai kreativitas dan inovasi yang dilakukan oleh 10 BUMN yang masuk white paper tersebut.
Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun dan apresiasinya kepada Profesor Philip Kotler.
“Saya ingin menyampaikan selamat ulang tahun yang ke-91 kepada Prof. Philip Kotler dan tidak lupa apresiasi saya atas sumbangsih beliau selama ini. Sebagai the founding father of modern marketing, beliau telah memberikan banyak kontribusi signifikan untuk kemajuan dunia pemasaran. Saya secara pribadi mendukung pelaksanaan prinsip-prinsip social marketing, dimana saya yakin hal tersebut adalah kontribusi dunia pemasaran untuk membawa dunia ke arah yang lebih baik.”
Ketua Majelis Wali Amanat Unpad, yang juga Menteri Pariwisata 2014 – 2019, Dr. Ir. Arief Yahya M.Sc. yang pernah menjabat Dirut Telkom Indonesia 2012 – 2014, memberikan tanggapan atas presentasi Hermawan Kartajaya. Menurut Arief Yahya, transformasi BUMN membutuhkan transformational leadership.
Selain itu juga dibutuhkan pemetaan tantangan digital vortex. Ini adalah pemetaan yang membandingkan dampak digitalisasi ke berbagai industri. Untuk inovasi customer value, mencakup apa yang bisa diberikan agar dapat survive dan menang atas tantangan digitalisasi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
-
Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026
-
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
-
Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor