News / Nasional
Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Gempa Flores M7,7, Sumatra Utara M6,4, dan Parigi Moutong M5,9 terjadi secara beruntun dalam waktu kurang dari 19 jam pada 15 Agustus lalu. Pakar kegempaan memastikan tiga gempa tersebut tidak saling berhubungan. [Antara]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menolak bantuan asing karena masih mampu menangani gempa NTT dengan baik.
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan laporan harian di Jakarta memastikan logistik pengungsian aman.
  • Pemerintah saat ini sedang memproses identifikasi pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga.

Suara.com - Pemerintah belum menerima bantuan dari pihak asing untuk penanganan pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah menegaskan masih mampu menangani kebutuhan warga terdampak dengan baik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menekankan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak bencana terpenuhi.

"Belum ya. Nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan lakukan setiap hari memonitor teman-teman di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik, baik kebutuhan logistik, apa pengungsian," kata Pras di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Selain penanganan kebutuhan dasar, Pras menegaskan pemerintah kini telah memproses pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap.

"Bahkan rencana-rencana untuk perbaikan baik Huntara maupun Huntap itu pun sudah dalam proses diidentifikasi," kata Pras.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (tengah). [ANTARA FOTO/Marco/rwa/wsj]

Sebelumnya diberitakan bahwa gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

Gempa tersebut berdampak cukup luas di sejumlah wilayah Flores dan sekitarnya, menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta infrastruktur. Bencana ini juga menimbulkan korban jiwa, ratusan orang luka-luka, dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Hingga perkembangan terakhir, pendataan kerusakan dan korban masih dilakukan oleh pemerintah daerah bersama BNPB dan pihak terkait.

Ribuan rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sementara fasilitas pelayanan publik dan infrastruktur vital turut terdampak.

Baca Juga: Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

Pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga, penanganan pengungsi, serta pemulihan akses listrik, komunikasi, dan layanan publik.

Di tengah proses penanganan darurat, gempa susulan masih terus terjadi sehingga masyarakat diminta tetap waspada.

Pemerintah juga terus memantau kondisi wilayah terdampak dan memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Penanganan selanjutnya akan difokuskan pada pemulihan kehidupan masyarakat serta pembangunan kembali fasilitas yang rusak akibat gempa.

Load More