Suara.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE) bakal menggarap pembangunan Sistem Pengambilan dan Treatment Sampah Badan Air Melalui Rekayasa Sungai Pada Kali Ciliwung Segmen TB Simatupang. Proyek tersebut dikerjakan bersama bersama dengan PT Runggu Prima Jaya KSO dengan nilai Rp195 miliar.
Proyek tersebut merupakan proyek Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta yang akan dikerjakan oleh KSO PP Presisi dan Runggu Prima Jaya kurang dari 1 tahun.
Direktur Operasi PT PP Presisi Darwis Hamzah mengatakan, lingkup pekerjaan yang akan dikerjakan pada proyek tersebut mulai dari jasa pekerjaan sipil sampai dengan mekanikal dan elektrikal.
"Tujuan pembangunan proyek ini merupakan bagian dari proyek percontohan sistem pengolahan sampah pada sungai-sungai DKI Jakarta, di mana akan dilakukan penyaringan sampah pada hulu sungai yang nantinya akan diterapkan pada sungai-sungai di DKI Jakarta," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (6/2/2022).
Darwis melanjutkan, perolehan kontrak baru proyek tersebut menambah total perolehan kontrak baru PP Presisi hingga Mei 2022 sebesar Rp2 triliun atau 37% dari total target kontrak baru 2022 sebesar Rp5,9triliun.
Dari total kontrak baru tersebut, segmentasi kontrak baru didapatkan dari 94,6% PP Nongroup dan 5,4% PP Group.
Sedangkan dari segmen lini bisnis 69,4% kontrak dikontribusi dari lini bisnis Civilwork, 25,8% dari lini bisnis Mining Services dan sisanya 4,8% dari Production Plant, Rental dan Structurework.
"Dengan kapasitas dan kapabilitas, kami yakin dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai dengan target yang telah ditentukan sebagai bagian dari usaha kami untuk selalu memberikan value added melalui time delivery dan quality delivery yang unggul," kata Hamzah.
Baca Juga: Untuk Belanja Modal, PP Presisi Bakal Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026
-
Tembus 1.134 Konsultasi, Posko THR Kemnaker Kini Layani Pengaduan Pekerja
-
Hutama Karya Jamin Jalur TarutungSibolga Siap Dilalui Pemudik
-
Meski Kuota Penuh, Masyarakat Masih Punya Kesempatan Daftar Mudik Motor Gratis
-
Petani Tembakau Peringatkan Ancaman Pandemi Ekonomi Jilid II
-
Danantara Tunjuk Perusahaan China Garap Proyek Listrik Jadi Sampah di Bogor
-
Harga Minyak Dunia Membara, RI Mulai Lirik Pasokan dari Rusia? Begini Kata Wamen ESDM
-
Waspada! IHSG Bisa Menuju Level 6.000 Lagi, Ini Pemicunya
-
OJK Bakal Rombak Aturan Papan Pemantauan Khusus, Sinyal Positif bagi Investor?