“Jadi boleh dibilang customer kita sudah dikenal performa mereka,” jelasnya.
Iriantor pun semakin optimis akan potensi bisnis komponen di tanah air akan semakin menjanjikan. Mengingat potensi penjualan otomotif yang juga terus meningkat. Hal itu dapat dilihat dari density kepemilikan mobil di Indonesia yang saat ini masih sangat rendah, sebesar 78 unit per 1.000 penduduk. Jauh dibanding dengan negara tentangga, seperti Thailand 280 unit per 1.000 penduduk, dan Malaysia 400 unit per 1.000 penduduk.
“Dari 78 jadi 100 saja, sudah hampir 50% pertumbuhannya. Tidak hanya itu, saat ini juga banyak produsen yang berlomba-lomba menjadikan Indonesia sebagai production base mereka,” ungkap Irianto.
Melihat hal itu, komponen yang dibuat Dharma Polimetal, akan dipasang di mobil, dan mobil juga akan diekspor. Dengan begitu kualitas juga akan diperhatikan. Ditambah lagi dukungan pemerintah, seperti pembebasan PPNBM, jalan tol.
Berkat pertumbuhan bisnis yang dialami, PT Dharma Polimetal Tbk, berhasil menyabet penghargaan Top Corporate Award 2022, penghargaan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan emiten di Bursa Efek Indonesia yang berhasil membangun corporate brand, dan menjaga kinerja keuangan yang unggul dan positif.
Secara khusus, penghargaan ini juga merupakan apresiasi dan pengakuan terhadap perusahaan emiten di Indonesia yang telah terbukti berhasil melewati situasi sulit selama Pandemi Covid-19, yang dibuktikan dengan kinerja positif dari sisi brand awareness, pendapatan dan laba bersih selama periode tahun 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun