Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan akhir pekan ini parkir di zona merah, adapun indeks melorot ke level 7.129.
Mengutip data RTI pada Jumat (12/8/2022), IHSG ditutup melemah 0,43 persen atau terpangkas 31 basis poin di level 7.129.
IHSG bergerak variatif dari batas atas di level 7.162 hingga batas bawah pada level 7.113 setelah dibuka pada level 7.156.
Terdapat 262 saham menguat, 253 saham melemah dan 173 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp12,2 triliun dari 29,4 miliar saham yang diperdagangkan.
Tercatat hanya empat indeks sektoral yang menguat hari ini, yaitu industri 0,24 persen, siklikal 0,43 persen, properti 0,43 persen, dan infrastruktur 0,64 persen.
Sedangkan indeks sektoral yang melemah antara lain energi 0,36 persen, bahan baku 0,32 persen, nonsiklikal 0,19 persen, kesehatan 0,04 persen, keuangan 0,73 persen, teknologi 2,09 persen, transportasi 0,97 persen.
Saham-saham yang tergolong top gainer antara lain saham PGLI naik 56 point atau menguat 24,34 persen ke level 286. NOBU menguat 13,33 persen atau naik 80 poin ke level 680. AIMS menguat 11,11 persen atau bertambah 28 poin ke level 280.
Selanjutnya, saham SNLK menguat 11,11 persen atau naik 70 poin ke level 700. FORU yang naik 28 poin atau menguat 9,92 persen ke level 310.
Sementara saham-saham yang tergolong top losser antara lain saham BUMI 10 poin atau melemah 6,99 persen ke level 133. DUTI melemah 6,96 persen atau koreksi 340 poin ke level 4.540.
Baca Juga: Jelang Akhir Pekan IHSG Dibuka Tumbang ke Level 7.156
Selanjutnya saham ASHA terkoreksi 20 poin atau melemah 6,84 persen ke level 272. BAPA turun 11 poin atau melemah 6,83 persen ke level 150. JARR melemah 32 poin atau turun 6,80 persen ke level 438.
Di sisi lain, Indeks LQ45 tercatat melemah 0,61 persen ke level 1.012. Sedangkan, JII turun 0,55 persen ke level 618.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026