Suara.com - Nilai tukar atau kurs rupiah yang ditransaksikan di Jakarta pada Jumat (26/8/2022), jelang pidato Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell dalam simposium ekonomi di Jackson Hole.
Rupiah ditutup menguat 8 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.817 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.825 per dolar AS.
"Rupiah datar dengan pelaku pasar cenderung sidelined menunggu data inflasi Personal Consumption Expenditures atau PCE AS, disusul dengan pidato Powell di Jackson Hole," kata analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat (26/8/2022).
Sejumlah pengamat ekonomi memprediksi, pidato Powell malam nanti mungkin akan menyerukan dukungan pada kenaikan suku bunga pada September, walau tidak akan menyebutkan besarannya.
Hal ini satu suara dengan pernyataan para pejabat The Fed lainnya yang masih memandang perlunya kenaikan suku bunga untuk terus menekan inflasi di AS.
Laporan inflasi Agustus AS menunjukkan penurunan, tetapi masih dipandang sebagai imbas langsung dari kenaikan suku bunga agresif The Fed dan bukan karena pulihnya ekonomi. Hal itu yang mendorong The Fed tetap perlu menjaga tingkat suku bunga tinggi untuk sementara waktu.
Powell pada pidato-pidato sebelumnya, mengindikasikan kenaikan hanya 25 basis poin pada pertemuan September mendatang, sedangkan banyak pejabat The Fed lainnya mengharapkan kenaikan setidaknya 50 basis poin.
"Di tengah absennya sentimen, dolar AS bergerak mixed terhadap mata uang lainnya," ujar Lukman.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.798 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.794 per dolar AS hingga Rp14.827 per dolar AS.
Baca Juga: BI Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin, IHSG Ditutup Kokoh di Level 7.163
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp14.814 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.827 per dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi