Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Selasa ini betah di zona hijau, adapun indeks parkir di level 7.318.
Mengutip data RTI, Selasa (13/9/2022), ditutup ke zona hijau dengan menguat 0,87 persen atau naik 63,5 basis poin ke level 7.318.
IHSG bergerak dari batas bawah di level 7.271 hingga batas atas pada level 7.345 setelah dibuka pada level 7.275.
Sebanyak 30 miliar saham ditransaksikan dengan 1,6 juta kali dan nilai mencapai Rp16,7 triliun.
Pada hari ini sebanyak 329 saham berhasil menguat, sementara 218 saham bergerak melemah dan 160 saham mengalami stagnasi.
Saham-saham yang tergolong top gainer antara lain saham UNIQ naik 19 point atau menguat 33,92 persen ke level 75. ASMI menguat 33,55 persen atau naik 50 point ke level 199. JMAS menguat 30,27 persen atau bertambah 33 point ke level 142.
Selanjutanya saham COAL menguat 25,00 persen atau naik 76 point ke level 380. GDST yang naik 34 point atau menguat 24,81 persen ke level 171.
Saham-saham yang tergolong top losser antara lain saham KONI 190 poin atau melemah 6,98 persen ke level 2.530. BEBS melemah 6,94 persen atau koreksi 330 poin ke level 4.420.
Selanjutnya saham AVIA terkoreksi 60 point atau melemah 6,93 persen ke level 805. SMDM turun 26 point atau melemah 6,91 persen ke level 350. MAPA melemah 220 point atau turun 6,83 persen ke level 3.000.
Baca Juga: Selasa Pagi IHSG Dibuka Naik ke Level 7.275
Di sisi lain, Indeks LQ45 tercatat menguat 0,95 persen ke level 1.042. Sedangkan, JII naik 0,34 persen ke level 631.
Berita Terkait
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I
-
IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat
-
Jelang Review MSCI, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.096
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026