-
Satu ABK WNI masih dinyatakan hilang usai kapal MV Tihamah diserang di perairan Yaman.
-
Dua WNI lainnya selamat dari serangan drone dan salah satunya telah mendapat perawatan medis.
-
Kemlu RI bersama KBRI Muscat terus memantau pencarian korban dan menyiapkan opsi pemulangan.
Suara.com - Upaya pencarian intensif tengah berlangsung untuk menemukan seorang anak buah kapal Indonesia yang mendadak hilang di perairan Yaman. Korban menjadi bagian dari kru kapal MV Tihamah yang dihantam serangan nirawak saat berlabuh di kawasan Selat Bab Al-Mandeb.
Tim penyelamat gabungan terus menyisir wilayah perairan sekitar lokasi kejadian demi melacak keberadaan korban. Sementara itu, dua pelaut Indonesia lainnya berhasil lolos dari maut dengan kondisi luka-luka.
Ketegangan sempat memuncak akibat simpang siur kabar yang menyebut pelaut Indonesia tersebut telah menghembuskan napas terakhir. Pemerintah Indonesia memilih bergerak cepat mengklarifikasi situasi aktual guna meredam kekhawatiran publik.
Kementerian Luar Negeri RI mendapati kepastian kondisi para korban setelah menerima dokumen diplomatik resmi dari pemerintah lokal. Kepastian ini membantah spekulasi liar yang beredar terkait jumlah korban jiwa dari pihak Indonesia.
Insiden berdarah ini melibatkan belasan awak kapal lintas negara yang sedang bertugas di jalur perdagangan internasional. Delapan warga negara Pakistan beserta tiga pelaut Indonesia berada di atas kapal saat ledakan terjadi.
Bagaimana Kondisi Terkini Para Korban Selamat?
Satu pelaut Indonesia mengalami luka ringan akibat hempasan serpihan material ledakan namun tidak membutuhkan rawat inap. Rekannya yang menderita luka lebih serius langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Otoritas diplomatik Indonesia di Oman bergerak cepat mengamankan keselamatan seluruh warga negara yang terlibat dalam musibah ini. Pemulangan para pelaut ke tanah air kini sedang disiapkan sambil menunggu kondisi lapangan benar-benar aman.
“Untuk satu ABK masih belum ditemukan, dan upaya pencarian dan penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait,” kata Heni dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Baca Juga: 2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka
Pihak kementerian juga telah membuka komunikasi langsung dengan jajaran keluarga korban di Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan pihak keluarga mendapatkan update informasi yang sahih dan transparan.
Pemerintah berjanji akan langsung membagikan setiap perkembangan terbaru dari lapangan segera setelah tim pencari menemukan titik terang. Komitmen penanganan darurat terus berjalan tanpa henti hingga seluruh proses evakuasi tuntas.
Konflik mematikan di kawasan perairan strategis ini bukanlah peristiwa berdiri sendiri melainkan bagian dari eskalasi militer yang berlarut-larut. Kelompok Houthi disinyalir kuat berada di balik aksi pelemparan bom nirawak yang menyasar kapal-kapal komersial di wilayah tersebut.
Laporan jaringan media internasional sempat menyebutkan adanya tiga korban jiwa dalam insiden mengerikan ini, termasuk awak asal Pakistan. Stasiun TV lokal Al-Jumhuriya turut mengonfirmasi tingginya risiko keselamatan bagi kapal dagang yang melintasi zona merah tersebut.
Selat Bab Al-Mandeb sendiri memegang peranan vital sebagai pintu gerbang utama yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia. Kerawanan keamanan di koridor sempit ini terus mengancam keselamatan para pelaut internasional yang melintas setiap hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari
-
Saham BUMN Ada yang Berpotensi Delisting, Danantara Mau Fokus Ini
-
Kinerja Bank Besar Melaju Pada Kuartal II, BFIN dan BBCA Jadi Saham Kejutan
-
Lockbox Terasa Seperti Dua Film yang Dipaksa Menjadi Satu
-
Pengamanan Diperketat, Helikopter dan Rantis Disiagakan Jelang Kedatangan Prabowo di DPR
-
Pengamat: Amerika Serikat Kehabisan Cara Menekan Iran
-
Prahara Chat Aborsi Viral: Karier Sang Duta Wisata Tio Ferdian Terjerembab
-
Rilis iPhone 18 Bakal "Dicicil", Versi Standar Terpaksa Ngaret Sampai 2027? Ini Bocorannya!
-
LIVE STREAMING: Sidang Tahunan MPR RI & Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026
-
4 Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 Peringatan HUT RI yang Penuh Makna