News / Internasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Selat Bab al-Mandeb dan Selat Hormuz [Rusen dengan penyesuaian oleh Suara.com]
Baca 10 detik
  • Satu ABK WNI masih dinyatakan hilang usai kapal MV Tihamah diserang di perairan Yaman.

  • Dua WNI lainnya selamat dari serangan drone dan salah satunya telah mendapat perawatan medis.

  • Kemlu RI bersama KBRI Muscat terus memantau pencarian korban dan menyiapkan opsi pemulangan.

Suara.com - Upaya pencarian intensif tengah berlangsung untuk menemukan seorang anak buah kapal Indonesia yang mendadak hilang di perairan Yaman. Korban menjadi bagian dari kru kapal MV Tihamah yang dihantam serangan nirawak saat berlabuh di kawasan Selat Bab Al-Mandeb.

Tim penyelamat gabungan terus menyisir wilayah perairan sekitar lokasi kejadian demi melacak keberadaan korban. Sementara itu, dua pelaut Indonesia lainnya berhasil lolos dari maut dengan kondisi luka-luka.

Ketegangan sempat memuncak akibat simpang siur kabar yang menyebut pelaut Indonesia tersebut telah menghembuskan napas terakhir. Pemerintah Indonesia memilih bergerak cepat mengklarifikasi situasi aktual guna meredam kekhawatiran publik.

Selat Bab al-Mandeb (Al Jazeera)

Kementerian Luar Negeri RI mendapati kepastian kondisi para korban setelah menerima dokumen diplomatik resmi dari pemerintah lokal. Kepastian ini membantah spekulasi liar yang beredar terkait jumlah korban jiwa dari pihak Indonesia.

Insiden berdarah ini melibatkan belasan awak kapal lintas negara yang sedang bertugas di jalur perdagangan internasional. Delapan warga negara Pakistan beserta tiga pelaut Indonesia berada di atas kapal saat ledakan terjadi.

Bagaimana Kondisi Terkini Para Korban Selamat?

Satu pelaut Indonesia mengalami luka ringan akibat hempasan serpihan material ledakan namun tidak membutuhkan rawat inap. Rekannya yang menderita luka lebih serius langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Otoritas diplomatik Indonesia di Oman bergerak cepat mengamankan keselamatan seluruh warga negara yang terlibat dalam musibah ini. Pemulangan para pelaut ke tanah air kini sedang disiapkan sambil menunggu kondisi lapangan benar-benar aman.

“Untuk satu ABK masih belum ditemukan, dan upaya pencarian dan penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait,” kata Heni dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.

Baca Juga: 2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka

Pihak kementerian juga telah membuka komunikasi langsung dengan jajaran keluarga korban di Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan pihak keluarga mendapatkan update informasi yang sahih dan transparan.

Pemerintah berjanji akan langsung membagikan setiap perkembangan terbaru dari lapangan segera setelah tim pencari menemukan titik terang. Komitmen penanganan darurat terus berjalan tanpa henti hingga seluruh proses evakuasi tuntas.

Konflik mematikan di kawasan perairan strategis ini bukanlah peristiwa berdiri sendiri melainkan bagian dari eskalasi militer yang berlarut-larut. Kelompok Houthi disinyalir kuat berada di balik aksi pelemparan bom nirawak yang menyasar kapal-kapal komersial di wilayah tersebut.

Laporan jaringan media internasional sempat menyebutkan adanya tiga korban jiwa dalam insiden mengerikan ini, termasuk awak asal Pakistan. Stasiun TV lokal Al-Jumhuriya turut mengonfirmasi tingginya risiko keselamatan bagi kapal dagang yang melintasi zona merah tersebut.

Selat Bab Al-Mandeb sendiri memegang peranan vital sebagai pintu gerbang utama yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia. Kerawanan keamanan di koridor sempit ini terus mengancam keselamatan para pelaut internasional yang melintas setiap hari.

Load More