Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin menginginkan pemerintah pusat dan daerah kompak menjamin pasokan pangan agar bisa inflasi tetap stabil.
"Untuk mengendalikan inflasi, selain yang dilakukan pemerintah pusat, itu sudah juga dikoordinasikan dengan pemerintah daerah untuk mencukupi supply chain, pasokan pangan yang dibutuhkan sehingga diharapkan bahwa inflasi dapat ditekan," ujar Maruf Amin dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (16/9/2022).
Menurut dia, pemerintah terus mengupayakan kestabilan harga di seluruh daerah melalui kerja sama, antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
"Dari satu daerah jangan sampai harganya naik, itu akan di supply dari daerah lainnya. Ini sudah ada semacam kesepahaman antara satu daerah dengan daerah yang lain. Dengan demikian, inflasi dapat dikendalikan," kata Maruf Amin.
Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi menyebutkan Indonesia masih termasuk ke dalam negara yang mengalami inflasi yang rendah dibanding negara-negara lain.
"Alhamdulillah di negara kita inflasi sampai hari ini sangat kecil sekali kalau dibandingkan dengan negara-negara di luar, apalagi negara-negara maju," kata Harvick.
Berita Terkait
-
Curhat Perantau: Saat Harga Bayam Naik 100%, Bagaimana Kami Bisa Menabung?
-
Trik Menabung Era Inflasi: Gaya Micro-Saving ala Anak Rantau Batam
-
Menabung di Zaman Edan: Antara Pilihan Hidup dan Tuntutan Perut
-
Kemendagri Beri Insentif Rp3 Miliar untuk Pemda Berprestasi di Papua
-
Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?
-
Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026
-
Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan
-
Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market
-
Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok
-
Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah
-
Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun
-
Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan
-
Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online
-
Uang Pensiun Dipotong PPh 21, JHT Masih Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya