RAPBN 2027: Prabowo Patok Rupiah Rp17.500 dan Inflasi 2,5%

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto menargetkan inflasi tetap terkendali di level 2,5%, sementara nilai tukar rupiah dipatok berada di kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Foto tangkapan layar.
  • Rupiah RAPBN 2027 dipatok Rp17.500 per dolar AS.
  • Inflasi ditargetkan 2,5% dan bunga SBN 10 tahun 6,9%.
  • Kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6%-6,5% pada 2027.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menetapkan sejumlah asumsi ekonomi makro yang menjadi dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Pemerintah menargetkan inflasi tetap terkendali di level 2,5%, sementara nilai tukar rupiah dipatok berada di kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Target tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Inflasi akan dijaga pada 2,5%. Suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan 6,9%. Nilai tukar berada pada kisaran Rp17.500 per satu dolar Amerika Serikat," kata Prabowo.

Selain inflasi dan nilai tukar, pemerintah memperkirakan tingkat imbal hasil atau suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di level 6,9% pada 2027.

Di sektor energi, pemerintah memasang asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$75 per barel.

Sementara itu, lifting minyak bumi ditargetkan mencapai 610 ribu barel per hari. Adapun lifting gas dipatok sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.

"Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 dolar Amerika Serikat per barel. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari," ujar Prabowo.

Target lifting tersebut menjadi salah satu asumsi penting dalam RAPBN 2027 karena berkaitan dengan penerimaan negara dari sektor energi sekaligus kemampuan pemerintah menjaga ketahanan energi nasional.

Pemerintah juga memasang target penurunan tingkat kemiskinan pada 2027. Prabowo menargetkan angka kemiskinan berada pada rentang 6%-6,5%.

Target tersebut lebih rendah dibandingkan sasaran dalam APBN 2026 yang berada di kisaran 6,5%-7,5%.

"Dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan APBN yang efektif, kemiskinan di tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 6,0 sampai 6,5 persen dari target APBN 2026 6,5 sampai 7,5 persen," kata Prabowo.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com