Suara.com - Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022 kali ini menyambangi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Itu merupakan lokasi ke-34 dari 35 tempat penyelenggaraan workshop program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) tersebut di tanah air.
Workshop itu dihadiri langsung Menteri Parekraf Sandiaga Uno. Kata Kreatif 2022 adalah program unggulan Kemenparekraf untuk membentuk ekosistem ekonomi kreatif. Pemkab Cianjur sudah mengikuti uji petik dan terpilih subsektor kuliner, kriya, dan fotografi sebagai subsektor unggulan.
”Inovasi, adaptasi, dan korlaborasi untuk menghadapi inflasi, dan membangkitkan ekonomi kreatif,” kata Mas Menteri – sapaan Sandiaga Uno.
Mas Menteri menerangkan, pelatihan dan penguatan ekosistem ekraf yang sudah dipilih Kabupaten Cianjur yaitu kuliner, kriya, dan fotografi. Oleh karena itu, Kemenparekraf memberikan pelatihan, pendampigan pemasaran, dan pengelolaan keuangan, sehingga pelaku usaha bisa berkembang. Dan tidak kalah penting, mereka tahan guncangan dan potensi ancaman seperti inflasi resesi.
”Tidak hanya menghitung jumlah wisatawan yang datang banyak-banyakan, tapi pariwisata era baru juga kita tingkatan kualitas kunjungan, sehingga dampak ke ekonomi lokal membuka lapangan kerja. Lama mereka tinggalnya lebih panjang dan lebih memperhatikan kelestarian lingkungan," jelas Mas Menteri.
Destinasi wisata budaya Megalitikum Situs Gunung Padang akan menjadi tujuan utama di Jawa Barat dengan bantuan pemerintah pusat, Kemenparekraf berkolaborasi dengan Pemprov Jabar dan Pemkab Cianjur.
Untuk diketahui, Kabupaten Cianjur memiliki industri kerajinan keramik dan batik. Sedangkan Subsektor kuliner yang populer antara lain Kue Mochi dan Tauco. Subsektor fotografi di Kabupaten Cianjur memiliki potensi yang tidak kalah besar.
Di Cianjur cukup banyak pelaku ekraf di bidang usaha fotografi dan videografi. Potensi besar ini jika dikembangkan melalui inovasi serta kreativitas, serta didukung oleh pemasaran berbasis teknologi yang dapat menjangkau lebih banyak orang, akan sangat mendorong perekonomian daerah dan dapat membuka banyak lapangan kerja.
Workshop tersebut diikuti sebanyak 70 pelaku ekraf yang berasal dari subsektor kriya dan kuliner. Untuk dapat mengikuti workshop, pelaku usaha wajib mendaftarkan diri melalui website Kata Kreatif Indonesia dan melampirkan bukti surat keterangan sudah menjalankan usaha selama minimal enam bulan dari pemerintah setempat.
Baca Juga: Pertemuan Menteri Pariwisata G20 sepakati "Bali Guidelines"
Pendaftaran melalui website ini merupakan bagian dari strategi inovasi penggunaan teknologi big data untuk menggarap dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Melalui penyelenggaraan workshop itu, diharapkan juga dapat mengakselerasi pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Cianjur.
Dalam kesempatan ini Kemenparekraf/Baparekraf juga mendorong agar Kabupaten Cianjur melakukan penguatan ekosistem ekonomi kreatif secara lebih komprehensif dengan mengikuti rangkaian kegiatan Penilai Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) sehingga subsektor ekraf unggulan dapat terpetakan dan lebih fokus serta terarah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
Kegiatan workshop juga diisi oleh pemateri yang berkompeten di bidangnya, yaitu Eddy Sukmana yang membagi pengalaman dan materi pembelajaran terkait visual produk, packaging dan pemasaran digital bagi pelaku atau usaha ekraf.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS