Suara.com - PT Bank Jago Tbk (ARTO) bekerja sama dengan PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk untuk melakukan edukasi ke para pelaku usaha mitra Go Food dalam pengelolaan keuangan. Tujuannya, agar meningkatkan kemampuan para mitra usaha GOTO dalam melakukan manajemen keuangan secara digital.
Dengan manajemen keuangan yang baik, para merchant bisa lebih disiplin menyisihkan hasil penjualan untuk rencana ekspansi ataupun diversifikasi bisnis.
"Para pelaku usaha masih mencampuradukkan uang hasil penjualan dengan keuangan pribadi. Padahal, di dalam pendapatan tersebut, ada dana yang mesti disisihkan untuk modal usaha, gaji pegawai, dan dana darurat. Kami menjelaskan bahwa pemisahan uang pribadi dan hasil usaha itu penting agar memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis," ujar Product Manager Senior Lead Tokopedia Hatta Bagus Himawan dalam keterangan di Jakarta, Jumat (7/10/2022).
Selain itu, manajemen keuangan yang dilakukan secara disiplin juga akan membantu para pelaku usaha dalam mengakses pinjaman. Informasi terkait riwayat transaksi, pencatatan laporan keuangan dan saldo mengendap di rekening, akan menjadi pertimbangan utama bagi bank, atau institusi pembiayaan lainnya, untuk memberikan kredit.
"Bank tentu akan mengecek track record nasabah untuk mengukur profil risiko sebelum memutuskan memberikan pinjaman. Dengan cara ini, pembiayaan yang disalurkan memiliki kualitas tinggi dan nasabah bisa mendapatkan pinjaman sesuai nilai yang dibutuhkan," kata Head of Merchant Business Bank Jago Vincent Soegijanto.
Edukasi keuangan digital ke para mitra Go Food dan Tokopedia merupakan langkah strategis GOTO dalam meningkatkan kapabilitas di bisnis pembiayaan. Seperti diketahui, GOTO saat ini tengah menggencarkan lini bisnis keuangan, melalui GOTO Finansial, untuk menciptakan sumber pendapatan baru demi mempercepat profit.
"Dengan kekuatan sinergi ekosistemnya, GOTO punya kemampuan menyalurkan pembiayaan baik ke para penggunanya dalam bentuk kredit konsumtif maupun ke para mitra usahanya dalam bentuk kredit modal kerja. Ini sebuah lompatan besar yang akan membawa GOTO ke level lebih tinggi," imbuh Ekonom SEGARA Institute Piter Abdullah.
Selama ini, Piter menjelaskan, GOTO sudah punya posisi yang sangat kuat di bisnis on demand service, e-commerce dan pembayaran. Jumlah penggunanya mencapai belasan juta, loyal dan aktif bertransaksi. Dari ketiga bisnis utamanya itu, GOTO mendapatkan pemasukan berupa komisi dan biaya platform.
"Sekarang mereka memonetisasi kekuatan ekosistemnya itu dengan menyediakan produk pembiayaan, baik ke pengguna maupun ke mitra usaha. Untuk bermain di bisnis lending, GOTO tentu butuh sokongan bank. Di sinilah peran Bank Jago, bank yang sahamnya mereka miliki sebanyak 21%, sebagai sumber pendanaan. Ini akan menjadi pembeda GOTO dibandingkan kompetitor lainnya," pungkas Piter.
Baca Juga: Erick Thohir: Pendapatan BUMN Hampir Setara Capaian APBN 2021
Berita Terkait
-
Kembali Bahas IKN Nusantara, Jokowi dan Badan Otorita IKN Bicarakan Rancangan PP Insentif Buat Pelaku Usaha
-
Pendapatan Negara Naik 49 Persen, Presiden Jokowi Sampaikan Terima Kasih ke Pembayar Pajak
-
Pelaku Usaha Mau Naik Kelas? Midtrans Beberkan 3 Kiat Sukses Lewat Gerbang Pembayaran yang Bisa Diandalkan
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI