Bisnis / Keuangan
Kamis, 05 Februari 2026 | 15:48 WIB
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Baca 10 detik
  • Rupiah melemah ke level Rp16.842 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (5/2/2026) setelah data PDB dirilis.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen global dan diperkirakan masih tertekan oleh isu domestik sepanjang Februari.
  • Mata uang Asia menunjukkan pergerakan bervariasi, dengan Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam di kawasan tersebut.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terus melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan hari Kamis (5/2/2026) mata uang garuda masuk zona merah.

Data Bloomberg pada menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp16.842 per dolar AS. Mata uang lokal pun melemah 0,39 persen dibandingkan penutupan Rabu (4/2) ada di level Rp16.779.

Sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp16.826. Pelemahan ini terjadi dikarenakan sentimen global.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah melemah dikarenakan sentimen dari luar negeri.

"Rupiah ditutup melemah lebih lanjut terhadap dolar AS setelah data PDB yang dirilis siang tadi," katanya saat dihubungi Suara.com.

Kata dia, walau menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan namun masih di bawah target pemerintah 5.2 persen. Untuk itu, rupiah masih akan terus tertekan di bulan Februari nanti.

Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]

"Kedepannya rupiah masih fragile, terbebani masakah domestik seperti MSCI-IHSG, prospek pemangkasan suku bunga BI dan defisit fiskal," tandasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,43 persen.

Selanjutnya, ada dolar Taiwan yang sudah ditutup anjlok 0,33 persen dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,28 persen. Disusul, baht Thailand yang tergelincir 0,17 persen.

Baca Juga: Dolar AS Perkasa, Rupiah Turun ke Level Rp16.805

Berikutnya, yen Jepang juga turun 0,17 persen dan dolar Singapura melemah tipis 0,08 persen terhadap the greenback di sore ini.

Sedangkan, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup menguat 0,44 persen.

Kemudian ada rupee India yang terkerek 0,27 persen dan dolar Hongkong menanjak 0,04 persen. Diikuti, yuan China yang menguat tipis 0,03 persen.

Load More