- Rupiah melemah ke level Rp16.842 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (5/2/2026) setelah data PDB dirilis.
- Pelemahan rupiah dipicu sentimen global dan diperkirakan masih tertekan oleh isu domestik sepanjang Februari.
- Mata uang Asia menunjukkan pergerakan bervariasi, dengan Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam di kawasan tersebut.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terus melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan hari Kamis (5/2/2026) mata uang garuda masuk zona merah.
Data Bloomberg pada menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp16.842 per dolar AS. Mata uang lokal pun melemah 0,39 persen dibandingkan penutupan Rabu (4/2) ada di level Rp16.779.
Sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp16.826. Pelemahan ini terjadi dikarenakan sentimen global.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah melemah dikarenakan sentimen dari luar negeri.
"Rupiah ditutup melemah lebih lanjut terhadap dolar AS setelah data PDB yang dirilis siang tadi," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, walau menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan namun masih di bawah target pemerintah 5.2 persen. Untuk itu, rupiah masih akan terus tertekan di bulan Februari nanti.
"Kedepannya rupiah masih fragile, terbebani masakah domestik seperti MSCI-IHSG, prospek pemangkasan suku bunga BI dan defisit fiskal," tandasnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,43 persen.
Selanjutnya, ada dolar Taiwan yang sudah ditutup anjlok 0,33 persen dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,28 persen. Disusul, baht Thailand yang tergelincir 0,17 persen.
Baca Juga: Dolar AS Perkasa, Rupiah Turun ke Level Rp16.805
Berikutnya, yen Jepang juga turun 0,17 persen dan dolar Singapura melemah tipis 0,08 persen terhadap the greenback di sore ini.
Sedangkan, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup menguat 0,44 persen.
Kemudian ada rupee India yang terkerek 0,27 persen dan dolar Hongkong menanjak 0,04 persen. Diikuti, yuan China yang menguat tipis 0,03 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
COIN Optimistis Pemangkasan Biaya Transaksi CFX Akan Picu Efek Berganda
-
Izin Impor BBM Shell Belum Terbit, ESDM: Masih Dievaluasi!
-
Meski Turun, Jumlah Pengangguran RI Capai 7,35 Juta Orang
-
BPS Sebut Investasi Tumbuh Dua Digit di 2025, Ini Penyebabnya
-
ESDM Pastikan RKAB Batu Bara yang Beredar Hoaks
-
Besok Danantara Mulai 6 Proyek Hilirisasi Rp 97 Triliun
-
Naik TransJakarta Bisa Bayar Pakai GoPay, Begini Caranya
-
Aturan Turunan Belum Terbit, Demutualisasi BEI Masih Menggantung
-
Harga Bitcoin Anjlok Parah di USD 70.000, Analis Peringatkan Ancaman Tembus USD 50.000
-
5 Risiko Jual Beli Rumah Tanpa Notaris yang Bisa Rugikan Pembeli