- PT Central Finansial X (CFX) memangkas biaya transaksi bursa aset kripto menjadi 0,02 persen per 1 Maret 2026.
- Penurunan biaya transaksi ini bertujuan meningkatkan efisiensi ekosistem dan daya saing pasar kripto nasional.
- PT Indokripto Koin Semesta (COIN) memproyeksikan frekuensi dan volume transaksi akan meningkat signifikan sebagai dampaknya.
Suara.com - PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) optimistis akan ada efek berganda atau multiplier effect dari kebijakan pemangkasan biaya transaksi yang dilakukan oleh pengelola bursa berjangka aset kripto PT Central Finansial X (CFX).
Direktur Utama COIN Ade Wahyu menyatakan, penurunan biaya yang dilakukan anak usahanya itu akan membuat ekosistem kripto lebih efisien dan menarik bagi konsumen, sehingga frekuensi dan volume transaksi diproyeksikan akan mengalami kenaikan signifikan, yang pada akhirnya dapat mengkompensasi penyesuaian tersebut.
“Bursa Kripto CFX selaku perusahaan anak dari COIN senantiasa mengikuti dinamika pasar dan melihat saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengeksekusi rencana tersebut guna meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional di kancah global,” kata Ade dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Ia menuturkan, biaya yang lebih kompetitif akan menarik kembali konsumen lokal untuk bertransaksi di dalam negeri dan pada akhirnya dapat memperbesar pangsa pasar melalui peningkatan volume transaksi dan pendalaman likuiditas pasar.
Menurut riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), tantangan utama industri aset kripto domestik saat ini adalah menciptakan likuiditas yang dalam dan biaya transaksi yang kompetitif agar mampu bersaing dengan pasar global.
Riset tersebut juga menyoroti sensitivitas pengguna terhadap biaya transaksi, yang mana sekitar 54,5 persen pengguna platform menyatakan akan berpindah platform jika biaya transaksi dinilai mahal.
Data tersebut mengindikasikan besarnya potensi capital outflow (arus modal keluar) dan adanya ruang yang perlu dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional.
Sebagai respons atas temuan tersebut sekaligus upaya meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional, CFX berencana untuk menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04 persen menjadi 0,02 persen mulai 1 Maret 2026. Nantinya, biaya tersebut akan diturunkan lagi menjadi 0,01 persen pada 1 Oktober 2026.
Ade menyampaikan, penurunan biaya tersebut juga dapat memacu perseroan untuk terus menciptakan berbagai potensi sumber pendapatan baru.
Baca Juga: Pajak Kripto Meningkat di Tengah Industri yang Lesu
Pihaknya selaku perusahaan induk pun terus mendorong pengembangan berbagai inovasi produk, baik pengembangan dari produk yang sudah ada maupun produk baru sebagai langkah diversifikasi, salah satunya produk derivatif kripto.
“Kehadiran inovasi produk baru di industri aset kripto nasional akan menjadikan pasar kita kompetitif dan mendorong partisipasi investor lokal dan asing, baik perorangan maupun institusi menjadi lebih masif,” ujar Ade Wahyu.
Berita Terkait
-
Bursa Kripto Global Ini Catatkan Kepemilikan Aset Rp486 Triliun
-
Tekan Biaya Transaksi Demi Likuiditas, Strategi Jangka Panjang Industri Kripto Nasional
-
5 Alasan Utama Perdagangan Kripto Berbeda dengan Perdagangan Forex Meskipun Grafik Terlihat Sama
-
CFX Pangkas Biaya Transaksi Bursa Kripto Jadi 0,01 Persen
-
OSL Group Kantongi Pendanaan Rp3,17 T untuk Ekspansi Global dan Ekosistem Stablecoin
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri