Suara.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengingatkan agar APBN harus dijaga kesehatan dan keberlanjutannya melalui konsolidasi fiskal dengan menurunkan defisit APBN ke bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2023 mendatang.
Namun ada tantangan yang harus diwaspadai dengan kondisi ekonomi pada tahun depan yang diprediksi lebih menantang.
“Bagaimana caranya membuat APBN itu defisitnya kembali ke bawah 3 persen? Caranya adalah dengan melihat lagi struktur perekonomian dan struktur dari APBN berupa penerimaan maupun belanja negara,” ujar Wamenkeu dalam acara Simposium Nasional Keuangan Negara (SNKN) secara daring pada Rabu (26/10/2022).
Kinerja positif APBN yang terus berlanjut dapat terus dijaga agar tetap sehat dan kokoh dalam menghadapi ancaman dan risiko global. Ketika perekonomian telah mulai pulih, Wamenkeu mengatakan penerimaan negara otomatis akan mengalami normalisasi.
“Kita lihat pada tahun 2022 dengan kegiatan ekonomi yang mulai pulih karena masyarakat sudah lebih percaya diri untuk melakukan kegiatan ekonomi, maka penerimaan negara mengalami peningkatan,” ujar Wamenkeu.
Di sisi lain, belanja negara pada tahun 2022 juga masih tumbuh dan perlu terus diakselerasi guna mendukung peran APBN bagi perlindungan masyarakat. Akselerasi belanja negara yang berkualitas perlu terus didorong dengan memerhatikan optimalisasi daya serap belanja sehingga dapat memberikan dampak secara optimal bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah tetap mendorong belanja di bidang kesehatan, namun belanja negara juga diarahkan kepada bidang-bidang ekonomi yang bisa mendorong pemulihan kegiatan ekonomi.
“Kita lihat juga belanja negara tetap meningkat, namun dalam rangka kita memastikan bahwa defisit bisa kita turunkan ke bawah 3 persen nanti pada tahun 2023, belanja negara yang akan menjadi nilainya di atas Rp3.000 triliun tentu harus kita lakukan efisiensi-efisiensi belanja. Kita mengharapkan bahwa dengan efisiensi belanja, maka kita bisa melakukan konsolidasi fiskal,” kata Wamenkeu.
Selain itu, salah satu elemen penting dari pengelolaan keuangan negara untuk menjaga kesehatan dan mendorong pemulihan adalah koordinasi yang sangat erat antara kebijakan fiskal dan moneter. Wamenkeu menyebut koordinasi yang dilakukan Indonesia dengan cara terus membangun komunikasi dengan berbagai macam otoritas.
“Kalau di sektor keuangan dalam konteks Komite Stabilitas Sistem Keuangan, dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan LPS. Kita juga melakukan koordinasi secara erat dengan dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat yang merupakan lembaga negara yang mengawasi pelaksanaan APBN dan sekaligus juga menjadi mitra pemerintah dalam menetapkan APBN tahun depan,” ujar Wamenkeu.
Baca Juga: Stok kedelai Hanya Cukup untuk 7 Hari, BPN Minta Pemerintah Pasok Cadangan Pangan
Kerjasama yang baik dengan berbagai otoritas tersebut, kata Wamenkeu, telah memungkinkan Indonesia meniti situasi pandemi dengan baik dan mendapatkan fleksibilitas yang luar biasa di dalam penanganan pandemi. Namun pada saatnya, pemerintah juga berkeyakinan terus melakukan normalisasi kebijakan fiskal.
“Ini adalah kerjasama yang luar biasa dengan lembaga negara, seperti Dewan Perwakilan Rakyat dan juga BPK, yang terus mengaudit dan mengawasi dan memberi masukan kepada pelaksanaan APBN. Negara kita, kita urus bersama. Pandemi yang dihadapi oleh seluruh dunia di-handle oleh Indonesia dengan sangat baik,” kata Wamenkeu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas
-
BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum
-
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
-
Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket