Suara.com - Piala Dunia 2022 di Qatar memberikan cuan diberbagai sektor. Bahkan, Qatar bisa meraup pendapat hingga USD6,5 miliar selama kompetisi antar negara-negara itu.
Seperti dilansir dari Jump Start Magazine, angka itu lebih tinggi dibandingkan Piala Dunia Rusia pada 2018 lalu yang sebesar USD5,4 miliar. Diperkirakan, berkah piala dunia itu bisa menumbuhkan PDB Qatar hingga mencapai 4,1%.
Selain itu, perekonomian Qatar akan mendapat sebesar USD20 miliar dari pertandingan sepak bola itu.
Adapun berikut sektor penyumbang ekonomi Qatar selama Piala Dunia:
Pariwisata dan infrastruktur
Industri pariwisata dan infrastruktur menjadi penopang utama pendapatan Qatar. Dengan berlangsungnya Piala Dunia itu, sektor pariwisata diperkirakan menyumbang USD4 miliar ke Qatar.
Untuk diketahui, Qatar telah menggelontorkan dana hingga USD220 miliar untuk pembangunan stadion hingga infrastruktur penunjang.
Industri hotel
Bisnis hotel juga meraih cuan dan menyumbangkan perekonomian Qatar. Hal ini diperkirakan ada sekitar 1,5 juta wisatawan datang untuk melihat aksi Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo.
Baca Juga: Achraf Hakimi Anak Seorang Buruh Cuci dan PKL yang Berhasil Tendang Portugal di Piala Dunia 2022
Lebih dari 150 hotel baru telah dibangun untuk Piala Dunia FIFA untuk mengakomodasi para penggemar sepak bola dari berbagai dunia.
Berdasarkan, laporan konsultan real estat global Knight Frank, pada tahun 2025, industri perhotelan di Qatar bisa tumbuh 89% dan memiliki lebih dari 56.000 kamar hotel.
"Sementara ada kegembiraan yang nyata di Doha saat Piala Dunia FIFA semakin dekat, untuk sektor perhotelan negara, yang terbaik belum datang," kata Kepala Knight Frank, Faisal Durrani.
Ritel dan e-commerce
Sektor ritel dan e-commerce juga akan menyumbangkan ke perekonomian Qatar. Hal ini, terlepas para penggemar sepak bola yang membeli semua aksesoris yang terkait dengan piala dunia.
Ditargetkan, dua sektor itu memiliki tumbuh hingga 36% dari tahun ke tahun atau mencapai USD18,5 miliar pada tahun 2022.
Media dan telekomunikasi
Setidaknya lebih dari tiga miliar penggemar sepak bola di seluruh dunia menonton piala dunia di layar televisi. Sehingga, hal ini yang memberi cuan bagi bisnis di industri media dan hiburan.
Selain itu, para sponsor juga diprediksi menggelontorkan uang dalam jumlah besar, hingga mencapai USD1,72 miliar dalam bentuk iklan selama pertandingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN