Suara.com - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali ambles sepanjang perdagangan sesin1 pada hari ini, Senin (12/12/2022). Saham emiten teknologi ini dibuka anjlok 6,45 persen atau turun 6 basis poin ke level 87 per lembar saham dari posisi sebelum 93 per lembar saham.
Kondisi ini membuat GOTO kembali mengalami ARB atau auto reject bawah yang ke-8 kali berturut-turut.
Dalam pembukaan sekitar pukul tadi pagi, sebanyak 80,37 juta saham GOTO sudah ditransaksikan. Nilai transaksinya mencapai Rp6,99 miliar. Sementara, frekuensi transaksi mencapai 1.682 kali. Kapitalisasi pasar GOTO tercatat Rp 103,04 triliun.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus mencatatkan kinerja negatif dalam kurun waktu 2 minggu terakhir, meski demikian perusahaan mengklaim anjloknya saham emiten teknologi digatal tersebut tudak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.
Presiden Grup GoTo, Patrick Cao mengatakan, fluktuasi harga saham GOTO saat ini sama seperti saham perusahaan publik lainnya sebagai bagian dari mekanisme pasar.
”Dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk, namun tidak terbatas pada kondisi makro ekonomi, pasar modal, kompetisi, dan kinerja perusahaan,” kata Cao dalam paparan publik secara daring ditulis, Jumat (9/12/2022).
Untuk membuktikan perkataannya tersebut, Cao pun membuka dapur keuangan GOTO. Dia bilang dari sisi kinerja perusahaan, GOTO merealisasikan seluruh targetnya terutama dalam rangka percepatan mencapai profitabilitas.
Pada laporan keuangan kuartal ketiga 2022, misalnya, Gross Transaction Value (GTV) kuartalan Grup tumbuh 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai Rp161 triliun.
Pendapatan bruto kuartalan Grup tumbuh 30 persen secara tahunan mencapai Rp5,9 triliun.
Baca Juga: Perusahaan BUMN Mau Jual Saham di Tahun Resesi, Nasibnya Bagaimana?
Per segmen bisnis, GTV On-Demand Services mencapai Rp15,7 triliun pada kuartal ketiga 2022, tumbuh 24 persen secara tahunan.
GTV E-Commerce Perseroan tumbuh sebesar 15 persen secara tahunan pada kuartal ketiga menjadi Rp69,9 triliun.
Lalu, GTV Financial Technology Services mencatatkan pertumbuhan yang baik pada kuartal ketiga sebesar 78 persen menjadi Rp97,1 triliun.
Meski begitu, Patrick mengakui positifnya kinerja fundamental tersebut belum terefleksikan dalam pergerakan harga saham.
Hal tersebut merupakan situasi yang diluar dari kontrol manajemen GOTO.
Salah satunya imbas berakhirnya periode larangan pengalihan saham seri A yang membuat terjadinya kenaikan jumlah saham yang beredar di pasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya
-
Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
-
5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok