Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini kembali dibuka melemah ke level 6.684 setelah pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup pada level 6.715.
Mengutip data RTI, Senin (12/12/2022), IHSG dibuka turun 30,5 basis poin atau melemah 0,45 persen ke posisi 6.684.
Setelah dibuka tepat pukul 09:00 Wib laju IHSG terus merangkak turun hingga posisi 6.678 atau telah mengalami pelemahan sebesar 0,55 persen.
Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka melemah, pada awal perdagangan indeks ini turun 8,1 basis poin atau melemah 0,88 persen menuju level 924.
Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 190 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp136 miliar dan volume transaksi mencapai 14,8 ribu kali.
Sebanyak 147 saham berhasil menguat, 131 saham bergerak melemah dan 237 saham bergerak stagnan.
CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengungkapkan pelemahan dipicu fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar rupiah. Namun katanya, pelemahan indeks masih dalam tahap wajar.
"Para investor masih harus mewaspadai adanya potensi koreksi wajar dikarenakan sentimen dari fluktuasi harga komoditas juga nilai tukar rupiah yang masih akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang," kata William dalam analisanya.
Meskipun demikian, ia masih berharap peluang teknikal rebound akan terjadi pada pergerakan IHSG usai tekanan yang terjadi sepekan belakangan ini.
Baca Juga: Akhir Pekan Kelabu, Saham GOTO Ambyar Hingga IHSG Ditutup Anjlok 1,31 Persen
"Saat ini pergerakan IHSG masih ditopang oleh kuatnya fundamental perekonomian Indonesia yang terlihat dari beberapa data perekonomian yang telah terlansir serta masih tercatatnya capital inflow (dana masuk dari investor) secara year-to-date," tegasnya.
William memprediksi indeks saham bakal bergerak di rentang support 6.676 dan resistance 6.834.
Untuk saham pilihan, William merekomendasikan BBCA, BBNI, TBIG, AKRA, JSMR, INDF, SMGR, BSDE.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi
-
Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I
-
Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China
-
Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam