Bisnis / Keuangan
Senin, 12 Desember 2022 | 09:13 WIB
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini kembali dibuka melemah ke level 6.684 setelah pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup pada level 6.715.

Mengutip data RTI, Senin (12/12/2022), IHSG dibuka turun 30,5 basis poin atau melemah 0,45 persen ke posisi 6.684.

Setelah dibuka tepat pukul 09:00 Wib laju IHSG terus merangkak turun hingga posisi 6.678 atau telah mengalami pelemahan sebesar 0,55 persen.

Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka melemah, pada awal perdagangan indeks ini turun 8,1 basis poin atau melemah 0,88 persen menuju level 924.

Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 190 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp136 miliar dan volume transaksi mencapai 14,8 ribu kali.

Sebanyak 147 saham berhasil menguat, 131 saham bergerak melemah dan 237 saham bergerak stagnan.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengungkapkan pelemahan dipicu fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar rupiah. Namun katanya, pelemahan indeks masih dalam tahap wajar.

"Para investor masih harus mewaspadai adanya potensi koreksi wajar dikarenakan sentimen dari fluktuasi harga komoditas juga nilai tukar rupiah yang masih akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang," kata William dalam analisanya.

Meskipun demikian, ia masih berharap peluang teknikal rebound akan terjadi pada pergerakan IHSG usai tekanan yang terjadi sepekan belakangan ini.

Baca Juga: Akhir Pekan Kelabu, Saham GOTO Ambyar Hingga IHSG Ditutup Anjlok 1,31 Persen

"Saat ini pergerakan IHSG masih ditopang oleh kuatnya fundamental perekonomian Indonesia yang terlihat dari beberapa data perekonomian yang telah terlansir serta masih tercatatnya capital inflow (dana masuk dari investor) secara year-to-date," tegasnya.

William memprediksi indeks saham bakal bergerak di rentang support 6.676 dan resistance 6.834.

Untuk saham pilihan, William merekomendasikan BBCA, BBNI, TBIG, AKRA, JSMR, INDF, SMGR, BSDE.

Tag

Load More