Suara.com - Hubungan Arab Saudi dengan China semakin mesar usai perusahaan asal jazirah tersebut Saudi Basic Industries Corporation (SABIC) mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman dengan Saudi Aramco dan China Petroleum & Chemical Corporation untuk melakukan studi kelayakan pengembangan kompleks industri petrokimia pada Selasa (20/12/2022) lalu.
Nantinya, kompleks tersebut akan dikembangkan bekerja sama dengan kilang-kilang yang ada di Kota Industri Yanbu, Saudi Press Agency melaporkan.
"Kami selalu berusaha untuk menggunakan inovasi dan teknologi terbaru untuk meningkatkan posisi global terdepan kami di bidang petrokimia," kata penjabat Kepala Eksekutif SABIC Abdulrahman Al-Fageeh dikutip via Antara.
Proyek ini jadi salah satu dari program untuk mengubah cairan minyak menjadi bahan kimia, yang merupakan bagian dari rencana strategis nasional Arab Saudi untuk mewujudkan keragaman industri dan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi di kerajaan arab itu.
Kemitraan ini sejalan dengan rencana ekspansi SABIC untuk mendukung strategi kerajaan kaya minyak itu untuk mengubah sekitar 4 juta barel cairan minyak mentah menjadi bahan kimia setiap hari, menurut laporan tersebut.
Berita Terkait
-
Chelsea dan Sporting Lisbon Masih Cuek, Cristiano Ronaldo Lebih Dekat ke Klub Raksasa Arab Saudi
-
5 Rekomendasi Drama China Dylan Wang yang Baru Saja Genap 24 Tahun, Kamu Patut Nonton!
-
Terpapar Covid-19 Varian Omicron, Huang Zitao Mengaku Ingin Menangis
-
Seharga Rp200 Jutaan, Mobil Listrik Canggih Ini Cuma Butuh 1 menit untuk Ngecas
-
Mengerikan! Lorong Rumah Sakit Penuh Oleh Pasien Covid-19, Jasad Korban Dibiarkan Bergelimpangan
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Hadapi Krisis Minyak, Presiden Prabowo Perintahkan Tambah Produksi Batu Bara
-
Semua Kementerian Akan Efisiensi untuk Jaga Defisit Anggaran, Kecuali MBG
-
Awas, Ada Potensi Lonjakan Harga Barang Pokok Sehabis Lebaran
-
Tarif LRT Jabodetabek Cuma Rp1 Selama H1 dan H2 Lebaran 2026
-
Operasional BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI Selama Libur Nyepi dan Idulfitri
-
Setiap Perjuangan Layak Ditemani: Perjalanan Ibu Wulan, Dari Titik Terendah Hingga Memiliki Rumah
-
Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Ini 4 Pewaris yang Ditinggalkan
-
Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV
-
Pimpinan Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura
-
Jasamarga Tambah Lajur Contraflow Jadi Tiga di Kamis Sore, Pemudik Meningkat 7 Persen