Suara.com - Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Hal ini dibuktikan oleh cuitan epidemiolog, Eric Feigl-Ding yang mengungkapkan, pasien Covid-19 di China kembali meningkat pesat.
Bahkan, dalam video yang diunggah di akun Twitter pribadinya, Eric memperlihatkan penuhnya rumah sakit dengan banyak pasien yang membutuhkan perawatan. Bukan hanya itu, terdapat juga beberapa pasien yang tidak mendapatkan tempat tidur demi rela mendapatkan oksigen.
“Rumah sakit di China setelah pembatasan dibuka. Epidemiolog memperkirakan lebih dari 60 persen warga China dan 10 persen populasi bumi akan terinfeksi pada 90 hari ke depan. Akan ada jutaan kematian, ini baru permulaan,” tulis Eric dalam cuitannya, Senin (19/12/2022).
Eric juga mengunggah video lainnya yang memperlihatkan banyaknya korban Covid-19 meninggal dunia. Bahkan, jasad korban tersebut diletakkan di lorong-lorong rumah sakit.
Ia juga mengutip ungkapan informan mengenai China, Jennifer Zeng yang menyebutkan, kalau para pasien akan dibiarkan terinfeksi. Mereka yang meninggal juga akan dibiarkan hingga kembali ke awal lagi.
“Kesimpulan kondisi Covid-19 di China saat ini Biarkan siapapun yang terinfeksi jadi terinfeksi, biarkan siapapun yang perlu mati, mati. Infeksi awal, kematian dini, puncak awal, dimulainya kembali produksi awal.’ - @jenniferzeng97,” sambung Eric.
Lebih parahnya, disebutkan kalau banyak pasien Covid-19 di China yang meninggal hingga ribuan. Eric juga menuliskan, situasi Covid-19 di China kembali seperti tahun 2020. Bahkan, pekerja kremasi tidak berhenti bekerja dalam seminggu karena banyaknya korban meninggal.
“Contoh, kremasi di Beijing tanpa henti. Kamar mayat kelebihan beban. Wadah berpendingin diperlukan. Pemakaman 24/7 . 2000 jenazah dicadangkan untuk kremasi. Terdengar familiar? Ini adalah musim semi 2020 lagi tetapi kali ini untuk China, meniru lebih banyak pendekatan infeksi massal negara Barat,” jelas Eric.
Eric berharap masyarakat dunia harus waspada. Pasalnya, jika masalah ini terjadi di China, bisa saja akan menyebar ke negara lainnya seperti kejadian Wuhan 2020 lalu.
Baca Juga: Peruntungan Shio Hari Ini 19 Desember 2022, Sifat Orang Lain Dapat Buat Ular Jadi Frustrasi
Ia menambahkan, masyarakat dunia juga harus peduli tentang kondisi yang terjadi saat ini. Baginya, jangan hanya karena lokasi kejadian berada jauh dari tempat tinggal membuat masyarakat dunia mengacuhkan situasi yang ada.
“Kita perlu lebih berempati di dunia ini. hanya karena sesuatu terjadi jauh dari kota yang belum pernah kamu dengar, bukan berarti itu tidak akan berdampak pada kamu. Kesempatan yang ada di dunia ini bisa saja terjadi pada kamu, anak-anak kita, semoga mereka memaafkan kita,” tulis Eric.
Situasi beberapa sekolah di China, seperti Shanghai juga kembali ditutup hingga bulan depan. Hal ini dilakukan demi menghindari penularan Covid-19 yang menjadi lebih besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS