Suara.com - Kecemerlangan Erick Thohir memimpin Kementerian Badan Usaha Milik Megara (BUMN) menjadi sebuah ceminan positif. Erick Thohir dinilai figur pemimpin masa depan pendorong kemajuan.
Demikian disampaikan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dia mengatakan Erick Thohir merupakan sosok pemimpin yang dibutuhkan untuk bangsa ke depan. Lantaran Erick Thohir terbukti mampu membawa banyak perubahan baik.
Dia menambahkan Indonesia ke depan memerlukan sosok pemimpin seperti Erick Thohir. Hal itu dikarenakan Erick Thohir terbukti banyak melahirkan inovasi yang menjadi solusi mengatasi persoalan di masyarakat.
“Indonesia ke depan bukan hanya membutuhkan pemimpin yang pintar. Tapi pemimpin yang pintar dan berkarakter dan punya hati untuk rakyat,” ujar Bahlil.
Terbukti di bawah komando Erick Thohir BUMN berhasil meraih kenaikan pendapatan yang signifikan dari Rp 13 triliun menjadi Rp 124,7 triliun. Bahkan tercatat pada di kuartal III 2022, laba BUMN sudah tercatat sebesar Rp 155 triliun.
Capaian tersebut, juga ditambah dengan sejumlah kebijakan di BUMN membuahkan banyak kebermanfaatan. Bahkan mampu membangkitkan perekonomian masyarakat.
“Dalam bekerja secara total untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” sambung Bahlil.
Salah satunya melalui melalui PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Berkat itu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional lewat program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar).
Tercatat sampai akhir tahun 2022 lalu, PNM Mekaar telah menyalurkan pembiayaan kepada nasabah senilai Rp 51,6 triliun. Telah tersalurkan kepada 13 juta nasabah aktif perempuan prasejahtera melalui PNM Mekaar dan 193 ribu nasabah melalui ULaMM.
Baca Juga: Punya Modal Banyak, Erick Thohir Dinilai Lebih Cocok Jadi Cawapres Ketimbang Ridwan Kamil
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret
-
Menkeu Purbaya: Belum Ada Anggota DPR Ikut Seleksi OJK
-
Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari
-
Bea Cukai Tindak 249 Juta Rokok Ilegal di Januari 2026
-
Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah
-
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap
-
Penerimaan Bea Cukai Anjlok 14% Jadi Rp 22,6 Triliun di Januari 2026