Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi luncurkan dua buku dengan judul “Untaian Pesona: Wastra Nusantara” dan buku “Seni Berkain”. Kedua buku ini merupakan inisiasi dari Perkumpulan Istri Karyawan Pupuk Indonesia Group (PIKA-PI Group).
Adapun, peluncuran buku ini dilakukan pada puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 PIKA-PI Group tahun 2023 yang mengusung tema “Inspirasi Dalam Karya, Harmoni Meraih Cita”.
Ketua Umum PIKA-PI Group, Ira Bakir Pasaman mengatakan bahwa peluncuran buku ini merupakan upaya edukasi serta bentuk dukungan PIKA-PI Group untuk pelestarian warisan Nusantara (wastra) salah satunya kain tradisional dan juga apresiasi kepada para pengrajinnya yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.
“Dalam kesempatan ini, kami akan menyerahkan dua buku yaitu Buku “Untaian Pesona Wastra Nusantara” dan Buku “Seni Berkain” yang merupakan sarana edukasi yang baik bagi dunia luar mengenai keindahan wastra Nusantara,” demikian ungkap Ira dalam acara HUT ke-7 PIKA-PI Group.
Ira menceritakan bahwa Indonesia merupakan negara kaya akan wastra salah satunya adalah kain, mulai dari batik, tenun, songket, blongket, ulos dan lainnya.
Buku ini berisi tentang kreasi wastra, seperti kreasi kain siap pakai tanpa dijahit dengan konsep modern, sekaligus menjadi media edukasi, dimana memakai kain tidak harus terpaku pada ketentuan-ketentuan masa lalu, tapi dapat disesuaikan dengan keinginan dan kenyamanan pemakainya.
“Kedua buku ini merupakan inisiatif PIKA-PI Group, sebagai bentuk dukungan kami kepada mitra binaan anak perusahaan Pupuk Indonesia Grup yang berada dalam payung Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) Pupuk Indonesia. Kami bermaksud membantu memberikan peluang atau kesempatan yang lebih luas kepada mitra binaan sehingga mereka bisa lebih maju dan lebih berkembang,” tambah Ira.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengapresiasi peluncuran Buku “Untaian Pesona Wastra Nusantara” dan Buku “Seni Berkain” yang diinisiasi oleh PIKA-PI Group.
Dia menilai bahwa kehadiran buku ini merupakan wujud komitmen Pupuk Indonesia Grup untuk mendampingi para perajin wastra saat berada di industri tekstil nasional maupun internasional.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan Sarana dan Prasarana Peternakan dan Pembuatan Sumur Bor
Keindahan wastra terlihat di setiap halaman buku ini, sehingga buku ini sekaligus media promosi kain tradisional nusantara, khususnya di kancah internasional.
“Kami seluruh direksi mengapresiasi usaha yang dilakukan PIKA-PI Group dalam membantu program TJSL di Pupuk Indonesia Grup, dimana tentunya kita ingin mengembangkan industri UMKM kita. Saya sangat apresiasi bahwa PIKA-PI Group sudah memulai membantu dengan melakukan kurasi terhadap produk UMKM mitra binaan sehingga produk mitra binaan memiliki standarisasi,” ujar Bakir.
Pupuk Indonesia Grup, tambah Bakir, secara bertahap melakukan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas Mitra Binaan perajin wastra dan aksesori, mulai dari penyaluran dana bantuan, edukasi terkait manajemen keuangan, promosi hingga bagaimana memperluas pasar dan menghadapi pembelian potensial. Berbekal langkah-langkah tersebut, diharapkan kemampuan usaha meningkatkan, dan akhirnya tangguh serta mandiri.
Lebih lanjut Bakir mengatakan bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki warisan Nusantara dengan karakter masing-masing, dan para perajinnya membutuhkan mitra yang mampu menjadi inspirasi dan pendamping. Pupuk Indonesia berkomitmen memberikan kontribusi maksimal terhadap pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, lingkungan dan hukum.
Melalui program pembinaan yang diinisiasi oleh Pupuk Indonesia, Bakir mengungkapkan, para pelaku bidang wastra dan kerajinan tradisional mendapatkan banyak manfaat. Selain itu, regenerasi juga menjadi salah satu tujuan agar generasi muda turut merawat industri wastra nasional sehingga dapat bersaing di pasar global.
Dia pun meminta, proses kurasi dan pembinaan dalam rangka meningkatkan kualitas serta pangsa pasar UMKM mitra binaan kepada produk lainnya seperti makanan, kerajinan, dan perhiasan.
“Saya rasa buku yang disampaikan sudah baik, konsepnya bagus, mudah-mudahan berlanjut dengan produk lainnya seperti makanan, kerajinan, perhiasan, saya minta seluruh UMKM yang baik ini menjadi cendera mata bagi para tamu Perusahaan, sekaligus sebagai kita promosi Pupuk Indonesia sehingga menjadi inspirasi untuk memberikan apresiasi dukungan kepada UMKM,” ungkap Bakir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman
-
Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum