- Kepala SBA AS, Kelly Loeffler, melipatgandakan nilai investasi jutaan dolar miliknya di perusahaan SpaceX dan xAI milik Elon Musk.
- Keuntungan signifikan diperoleh Loeffler setelah SpaceX melaksanakan IPO historis pada 12 Juni 2026 dengan valuasi mencapai 1,77 triliun dolar.
- Tinjauan dokumen finansial menunjukkan Loeffler melakukan investasi strategis melalui skema penempatan privat sebelum dan selama menjabat posisi publik.
Suara.com - Kepala Badan Usaha Kecil Amerika Serikat (SBA), Kelly Loeffler, dilaporkan berhasil melipatgandakan nilai investasinya di perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk, SpaceX.
Keuntungan besar hingga jutaan dolar AS ini diperoleh pasca-penawaran umum perdana (IPO) historis yang dicatatkan perusahaan tersebut.
Temuan ini terungkap berdasarkan tinjauan kantor berita Reuters terhadap dokumen keterbukaan finansial yang diserahkan oleh Loeffler.
Menurut dokumen laporan keuangan wajib yang diserahkan sebelum dirinya resmi menjabat sebagai administrator SBA, Loeffler tercatat menanamkan modal berkisar antara 1 juta hingga 5 juta dolar AS per tanggal 3 Januari 2025 di xAI.
Sebagai informasi, xAI merupakan perusahaan kecerdasan buatan sekaligus media sosial milik Musk yang kini telah resmi melakukan merger dengan SpaceX.
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan terpisah yang ditandatanganinya pada 14 Mei 2026 untuk merangkum seluruh portofolio sepanjang tahun 2025, Loeffler kembali menempatkan dana investasi di SpaceX dan xAI dengan nilai berkisar antara 1 juta hingga 5.juta dolar AS. Dokumen laporan kedua ini diperoleh Reuters dari pihak SBA pada 12 Juni.
Langkah investasi kedua dari Loeffler ini belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Dua pengacara ahli etika pemerintahan independen menyatakan sepakat dengan hasil penilaian yang dikeluarkan oleh Reuters terkait dokumen keterbukaan finansial tersebut.
Di lingkungan pemerintahan AS, anggota kabinet memang menggunakan rentang nominal tertentu untuk mendeklarasikan nilai aset mereka dan tidak diwajibkan memaparkan tanggal pasti investasi sebelum mereka resmi memangku jabatan publik.
Di sisi lain, SpaceX dikenal luas sebagai salah satu kontraktor militer bagi pemerintah AS. Hukum federal di Amerika Serikat secara tegas melarang anggota kabinet untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang melibatkan perusahaan tempat mereka memiliki kepentingan finansial langsung.
Baca Juga: Danantara Mulai Bidik Saham BEI
Kendati demikian, catatan publik saat ini tidak memperlihatkan adanya hubungan keuangan langsung antara institusi SBA dengan xAI maupun SpaceX. Selain itu, xAI juga tidak tercantum dalam daftar publik perangkat kecerdasan buatan yang diadopsi oleh para karyawan SBA sepanjang tahun 2025.
Sampai berita ini diturunkan, Loeffler beserta timnya tidak memberikan respons atas berbagai permintaan konfirmasi terkait investasi di SpaceX tersebut.
Keputusan strategis Loeffler untuk menyuntikkan modal ke SpaceX terbukti membuahkan hasil yang sangat besar. Perusahaan tersebut sukses mencatatkan rekor IPO terbesar dalam sejarah pasar modal AS pada 12 Juni, yang mendongkrak nilai valuasi penyedia jasa antariksa, satelit, dan AI tersebut hingga menyentuh angka 1,77 triliun dolar AS.
Analis dari penyedia data PitchBook, Franco Granda, memaparkan bahwa modal awal yang disetor Loeffler di xAI nilainya diperkirakan meroket menjadi berkisar antara 7 juta hingga 2,6 miliar dolar AS pada hari pelaksanaan IPO. Estimasi tersebut bergantung pada nominal pasti yang ia setorkan serta tanggal eksekusi transaksi.
Sementara itu, untuk investasi tahap kedua miliknya diperkirakan bernilai antara 2,2 juta hingga 25,4...juta dolar AS pada hari yang sama.
Granda mengimbuhkan bahwa semakin awal investasi tersebut disetorkan, maka nilai konversinya akan semakin tinggi pada saat IPO bergulir.
Berita Terkait
-
BBCA, BBRI hingga BMRI Bersinar, IHSG Nyaman di Level 6.100
-
Investor Asing Lagi Senang Belanja Saham BBCA hingga BBRI
-
IHSG Bertahan di Level 6.100 pada Sesi I, BBCA dan BBRI Melesat
-
IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000
-
IHSG Berpeluang Menguat ke 6.162, Reliance Sekuritas Unggulkan BBCA hingga SCMA
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Donald Trump Siap Serahkan Trofi Juara di Final Piala Dunia 2026
-
Skandal Investasi? Pejabat AS Raup Untung Fantastis dari IPO SpaceX
-
Review Series A Good Girl's Guide to Murder, Misteri Hilangnya Siswi Populer
-
17 Kode Redeem FF Aktif 19 Juli 2026: Kesempatan Klaim Hadiah Kolaborasi Blue Lock
-
Spanyol Siapkan Senjata Taktik Fleksibel demi Tumbangkan Argentina di Final Piala Dunia 2026
-
Saling Balas 10 Gol, Segini Uang yang Diraih Inggris Setelah Kalahkan Prancis!
-
Rayakan Musim Panas dan Kebebasan Diri, BB Girls Rilis Lagu Body Wave
-
Drama 10 Gol, Inggris Juara 3 Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Prancis
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 19 Juli 2026: Pintu Rezeki Terbuka Lebar
-
Ibadah Menjadi WNI: Mengapa Menertawakan Keadaan Jadi Tameng Terakhir Kita?