Suara.com - Anak usaha PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) bekerja sama dengan PT Krakatau Baja Industri (KBI). Kerja sama keduanya terkait dengan logistik.
KBI merupakan, Sub Holding dari perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS).
VP of Marketing KJL Bayu Laksana mengatakan, kerjasama mencakup pengangkutan produk menggunakan moda transportasi darat truk dan kereta api untuk area Jabotabek, Jabar, Jateng dan Jatim.
Pengiriman antar pulau ke Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
“Dan pengiriman ekspor ke beberapa negara Asia, Timur Tengah dan Eropa, termasuk didalamnya meliputi kegiatan custom clearance, transportasi, internal handling, cargo handling dan ocean freight," ujarnya.
KBI dibentuk oleh KS sebagai upaya untuk menggarap kebutuhan bahan baku bagi industri pengguna.
Mulai dari, industri otomotif, galangan kapal, komponen infrastruktur, elektronika dan lainnya. Produk baja lembaran yang dihasilkan oleh KBI dinamakan cold rolled coil (CRC) atau istilah lainnya coil putih.
KBI menargetkan produksi sekitar 50.000ton per bulan pada tahun 2023.
Baca Juga: Krakatau Steel dan Chandra Asri Resmi Tandatangani Akta Jual Beli Saham Untuk Penutupan Transaksi
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara