Suara.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir buka suara terkait dengan jumlah tiket pertandingan Indonesia vs Argentina yang tidak sesuai kapasitas Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Adapun, PSSI hanya melego tiket sebanyak 60 ribu tiket, padahal kapasitas GBK mencapai 78 ribu kursi.
Menurut Erick, sisa dari tiket tersebut tidak dijual oleh publik. Sisa kursi tersebut diperuntukkan bagi sponsor-sponsor yang mendukung laga FIFA Match Day tersebut.
"Memang ada pertanyaan, ke mana sisanya tiket? Kan ada sponsor, ada sponsor dari swasta, dari TV, dari BUMN," ujar Erick di Jakarta yang dikutip, Selasa (6/6/2023).
Meski ada sponsor dari pihak BUMN, Namun Erick menjamin, sponsor dari swasta nilainya lebih besar. Bahkan, pemasukan sponsor dari swasta lebih besar dibanding BUMN.
Erick mengungkapkan, dalam 9 menit 20.000 tiket Indonesia vs Argentina ludes terjual.
"Alhamdulillah kalau kita lihat hari ini dalam waktu 9 menit, itu 20.000 tiket terjual langsung," kata dia.
Erick melanjutkan, penggemar sepak bola masih bisa melakukan perang atau war tiket Indonesia vs Argentina pada Selasa hari ini dan Rabu (7/6). Pihaknya akan menyediakan masing-masing 20 ribu tiket yang akan dijual.
Dalam hal ini, dia menjelaskan soal harga tiket FIFA Matchday tersebut yang dianggap segelintir pihak terlalu mahal.
Mantan Bos Klub Inter Milan ini menilai, dengan harga yang ditawarkan ini bisa mendidik masyarakat agar bisa mengapresiasi pertandingan olahraga kelas dunia.
Baca Juga: Selap-selip Strategi PAN Tawarkan Cawapres Ke Prabowo Dan Ganjar: ET Ditolak, Zulhas Kemudian
"Jangan misalnya di industri entertainment ketika harga tiketnya sekian dibilang murah, tapi begitu kita bicara buat merah putih, membangun daripada generasi bangsa, dibilang tiketnya mahal," pungkas Erick.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!