Suara.com - PT Schneider Electric Indonesia (SEI) secara resmi meluncurkan solusi produk APC™ Smart-UPS Ultra, Uninterruptible Power Supply (UPS) fase tunggal 2.2 kW, 3kW dan 5kW untuk beragam bisnis dengan konektivitas jaringan yang bertumpu ke data center dalam skema edge computing (komputasi tepi).
Edge computing atau komputasi tepi adalah sistem komputasi yang dilakukan pada atau di dekat sumber data dengan mempercepat proses pengolahan dan pengiriman data dari perangkat internet of things (IoT).
Dirancang untuk memberikan lebih banyak daya, fleksibilitas, dan pemantauan cerdas dalam jejak terkecil, APC™ Smart-UPS Ultra memungkinkan profesional TI dan penyedia solusi untuk mengatasi banyak tantangan yang ditemui di lapangan dengan pendistribusian infrastruktur TI yang sesuai di lingkungan edge computing (komputasi tepi) terdistribusi dan edge (titik tepi lalu lintas masuk dan keluar jaringan).
Sementara itu, percepatan transformasi digital dan perkembangan aplikasi pintar secara pesat telah mendorong peningkatan kebutuhan sumber daya komputasi, jaringan, dan data storage.
Maka, pihak pengelola harus melakukan berbagai upaya penyesuaian, termasuk memperpendek jarak integrasi sumber daya tersebut agar proses bisnis dapat berjalan dengan mengandalkan konektivitas jaringan agar proses komputasi tepi dapat berjalan dengan baik dan tanpa terputus (seamless).
“Upaya melindungi bisnis berbasis teknologi digital dan aplikasi pintar agar terus berjalan tanpa gangguan pasokan daya harus mendapat prioritas utama. Oleh karena itu, solusi Smart-UPS Ultra APC dari Schneider Electric hadir memberikan perlindungan kebutuhan daya tanpa putus untuk operasi bisnis yang dapat diandalkan sepanjang waktu,” ujar Yana Achmad Haikal, Data Center Business Vice President Schneider Electric IT Indonesia ditulis Selasa (6/6/2023).
"Pengenalan dua produk terbaru dari Schneider Electric untuk mendukung ekosistem komputasi tepi menunjukkan komitmen kami untuk mendorong ketahanan dan keberlanjutan usaha di pasar Indonesia,” tambah Yana.
Menurut International Data Corporation (IDC), pasar komputasi tepi global mengalami pertumbuhan sebesar 12,5% per tahun yang diperkirakan mencapai USD 250,6 miliar pada tahun 2024. Di sinilah salah satu peran penting yang dimainkan oleh Smart-UPS Ultra™ untuk memberikan pasokan daya dan perlindungan jaringan dengan total cost of ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan yang lebih rendah dan tiga kali masa pakai baterai dibanding VRLA.
Manajemen daya yang efektif sangat penting dalam segala jenis lingkungan TI, di mana salah satunya adalah pemeliharaan peralatan perlindungan daya, seperti UPS yang dilakukan secara teratur dan efektif. Hal ini berlaku ketika kita beroperasi di lokasi yang memiliki kondisi geografis yang berbeda-beda. Namun, perlu diingat bahwa investasi dalam biaya operasional yang berkelanjutan dapat menjadi mahal.
Baca Juga: Schneider Electric Donasi Fasilitas Belajar ke IT PLN Melalui Sustainability Challenge
Baterai Lithium-ion APC Smart-UPS Ultra bertahan hingga tiga kali lebih lama daripada UPS bertenaga valve regulated lead acid (VRLA) tradisional dan tidak perlu diganti dalam kondisi operasi normal.
Dengan masa pakai yang lama, pengguna dapat menikmati biaya operasional yang lebih rendah karena tidak perlu melakukan penggantian baterai selama usia penggunaan UPS. Selain itu, solusi baterai Lithium-ion mampu mengurangi limbah elektronik dari pembuangan baterai jika dibandingkan dengan VRLA. APC Smart-UPS Ultra menghemat TCO selama 10 tahun dan dilengkapi dengan garansi 5 tahun.
Saat ini, Schneider Electric Indonesia dengan bangga menghadirkan Smart-UPS Ultra hadir dalam tiga model yang tersedia, 2.2kW, 3kW, dan 5kW. Seluruh model tersebut siap terhubung dengan Solusi EcoStruxure dari Schneider Electric melalui port jaringan tertanam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi
-
IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA
-
Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS