Suara.com - Seorang anggota Brimob bernama Bripka Andri Darma Irawan viral, lantaran dirinya membongkar borok komandannya di sosial media. Sang komandan adalah Kompol Petrus H Simamora, di mana Bripka Andri Darma Irawan menyebutkan bahwa Kompol Petrus H Simamora kerap minta setoran ratusan juta.
Hal yang membuat Bripka Andri Darma Irawan kesal adalah dirinya yang tiba-tiba saja dimutasi demosi tanpa alasan yang jelas oleh Kompol Petrus H Simamora. Menurut unggahan Bripka Andri Darma Irawan di sosial media, dirinya sebelumnya berdinas di Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau yang berada di Menggala Junction Kabupaten Rokan Hilir.
Kemudian hingga Maret 2023 lalu, dirinya dimutasi demosi tanpa alasan yang jelas ke Batalyon A Pelopor Pekanbaru. Dalam unggahannya itu, Bripka Andri juga mengatakan bahwa dirinya sempat menemui Dansat Brimob Polda Riau untuk meminta pertimbangan terkait mutasi yang dialaminya.
Namun saat itu, Kombes Ronny Lumban Gaol selaku Dansat Brimob mengatakan bahwa Bripka Andri tidak ada kontribusi di Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau, sehingga dirinya dimutasi ke Batalyon A Pelopor yang berada di Pekanbaru.
Jawaban Kombes Ronny Lumban Gaol sontak membuat Bripka Andri heran, karena menurutnya selama ini dirinya telah menjalankan perintah atasannya, yaitu Kompol Petrus H Simamora untuk setor ratusan juta.
Bripka Andry juga menjelaskan kepada Kombes Ronny mengenai perintah Kompol Petrus H Simamora yang menyuruhnya untuk mentransfer uang ke rekening pribadi atasannya itu.
Sayangnya, Kombes Ronny mengatakan bahwa dirinya tidak menerima uang apapun dari Kompol Petrus H Simamora. Dan pada saat itu, Kombes Ronny langsung menyuruhnya pulang dan menerima pemutasian itu.
Kabar terbaru, Bripka Andri menghilang setelah mengungkap adanya permintaan Rp650 juta oleh Komandan Batalyon (Danyon). Dan hingga kini, belum diketahui keberadaannya.
Bripka Andri diketahui tidak masuk dinas di Batalyon A Pekanbaru sejak 13 Maret 2023. Bahkan, Bripka Andri juga tidak ada di kediamannya, tepatnya di Manggala Junction, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Baca Juga: Viral Video Syarifah Fadiyah Dilaporkan Walikota ke Polisi, Netizen Ajak Dukung Syarifah
Sejak kisah Bripka Andri ini viral di media sosial, banyak yang penasaran berapa besaran gaji Bripka Andri?
Berapa Gaji Bripka Andri?
Gaji anggota polisi di luar tunjangan sebenarnya hampir tidak jauh berbeda dari profesi pegawai negeri sipil (PNS) yang terbagi menjadi empat golongan, dan gaji polisi juga relatif sama dengan anggota TNI berdasarkan jenjang kepangkatannya. Gaji polisi telah diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2019 tentang Perubahan Keduabelas atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Berikut ini adalah rincian besaran gaji polisi untuk pangkat bintara yang masuk dalam golongan II:
- Ajun Inspektur Satu (Aiptu): Rp 2.454.000 hingga Rp 4.032.600
- Ajun Inspektur Dua (Aipda): Rp 2.379.500 hingga Rp 3.910.300
Berita Terkait
-
Viral! Syarifah Fadiyah Kritik Walikota Jambi Karena Sengsarakan Seorang Veteran, Pemkot Balas Laporkan Bocah SMP Itu ke Polisi
-
Dalami Curhatan Anggota Brimob di Medsos, Propam Polda Riau Sebut sang Atasan Sudah Pecat
-
Anggota Brimob Polda Riau Mengaku Heran Dimutasi tanpa Sebab, dan Diminta Setor ke Atasan
-
5 Fakta Anggota Brimob Riau Diminta Rp 650 Juta Oleh Atasan, Curhat Dimutasi
-
Warga Bentrok Dengan Polisi di Konawe Utara, Rebutan Lahan Tambang Dengan PT Antam
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya
-
Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil