Suara.com - Perubahan cepat di industri teknologi informasi komunikasi (TIK) telah mendorong peningkatan pengelolaan pengalaman pelanggan atau customer experience.
Co-Founder Exotel, Sachin Bhatia mengatakan, platform teknologi yang composable akan mendorong inovasi untuk meningkatkan customer experience dan memberikan transformasi digital yang lebih cepat dan luas.
"Keterlibatan pelanggan adalah sarana yang digunakan perusahaan untuk menciptakan hubungan dengan basis konsumennya dan menumbuhkan loyalitas dan kesadaran merek. Tetapi ada banyak tantangan di sini yang dapat mempengaruhi bisnis," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/6/2023)..
Untuk itu, Bhatia menegaskan, Exotel menyediakan teknologi untuk keterlibatan pelanggan sebagai masukan untuk menciptakan inovasi perusahaan ke depannya.
"Ketersediaan data pada platform terintegrasi dapat membantu perusahaan meningkatkan standar keterlibatan dan pengalaman pelanggan beberapa tingkat," jelas dia.
Bhatia menuturkan, integrated channels adalah layanan Exotel untuk mengikat semua titik kontak agen, mengoptimalkan layanan mandiri, serta memanfaatkan kemampuan bots.
Cara ini akan meningkatkan visibilitas layanan, sekaligus membangun kepercayaan konsumer memaksimalkan efisiensi.
Dalam arsitektur single-vendor architecture, maka aplikasi, bots, dan operator manusia bisa beriringan. Namun, sering kali data tersebar di beberapa saluran sehingga malah jadi menyulitkan bagi perusahaan, imbas integrasi data lebih lama dengan biaya meroket.
"Intelligent conversations adalah solusi ketika layanan contact center eksisting menjadi tidak efisien karena 60-80 persen kontak yang masuk itu, isinya scam sehingga memakan waktu dan melibatkan biaya agen. Hal ini tentu harus dicari solusinya," kata dia.
Baca Juga: Inovasi Pabrikan Otomotif Tekan Pencemaran Udara
Exotel, lanjut dia, mampu menghadirkan intelligent conversations yang dapat sepanjang waktu menyokong tanpa peningkatan jam kerja atau biaya, mengurangi biaya hingga 65% untuk rutinitas pertanyaan, sekaligus memberikan jawaban standar kepada pengguna/pelanggan.
Tidak ada lagi kerumitan ketika semua data tidak hanya di satu tempat. Namun dapat menawarkan konteks lebih baik untuk para agen call center. Dan pada akhirnya akan membantu menghemat waktu, serta dalam jangka panjang bot akan dilatih untuk dapat melayani tanpa pengawasan.
"Jadi melalui platform Exotel, sebuah bisnis dapat terhubung dengan konsumen di WhatsApp serta media lainnya untuk memastikan bahwa mereka memberikan pengalaman pelanggan yang personal dan imersif yang memenuhi atau bahkan melebihi ekspektasi," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok ke Rp32 Triliun
-
Tak Ambil Pusing Soal Outlook Peringkat Moody's, Airlangga: Indonesia Tetap Investment Grade
-
Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia
-
Emas Antam Hari Ini Harganya Lebih Murah, Dipatok Rp 2,85 Juta/Gram
-
IHSG Langsung Ambruk di Bawah 8.000 Setelah Moody's Turunkan Outlook Rating
-
BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen Mulai Maret 2026
-
Smelter Nikel MMP Matangkan Sistem Jelang Operasi Penuh
-
Dorong Wisatawan Lokal, Desa Wisata Tebara Raup Rp1,4 Miliar
-
OJK Restrukturisasi Kredit 237 Ribu Korban Bencana Sumatera
-
Moodys Pertahankan Rating Indonesia di Baa2, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat