Terbaru, Igor melihat pujian Presiden Jokowi kepada Erick Thohir selaku ketua umum PSSI karena berkat kerja kerasnya berhasil mendatangkan juara Piala Dunia 2022 Tim Nasional (timnas) Argentina ke Indonesia.
“Artinya peran Pak Erick Thohir dalam memajukan persepakbolaan Indonesia itu sudah kelihatan kinerjanya, padahal baru terpilih beberapa bulan lalu. Contohnya, Indonesia menjuarai sepak bola di SEA Games kemarin begitu,” sambungnya.
Selain berkinerja moncer, Igor menuturkan alasan adanya sinyal dukungan Jokowi kepada Prabowo-Erick karena keduanya memiliki elektabilitas yang tinggi.
“Erick Thohir itu layak menjadi cawapres karena pertama itu soal elektabilitas itu pasti, jadi prinsipnya kalau tidak bisa menambah suara, minimal tidak mengurangi. Nah Erick Tohir ini mampu mempertahankan elektabilitas Pak Prabowo yang sekarang juara dalam periode bulan-bulan ini, juara terus di lembaga-lembaga survei, malah kan dia bisa nambah suara,” jelasnya.
Lanjut Igor menjelaskan, Erick Thohir yang berlatar belakang pengusaha memiliki logistik yang dinilai cukup untuk mendampingi Prabowo bertarung di Pilpres 2024.
“Berikutnya itu faktor-faktor yang sifatnya seperti logistik, lalu integritas Pak Erick Thohir ini punya integritas yang bagus dan siapa dia, apa yang dilakukan bagaimana nanti ke depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Igor mengatakan Erick Thohir sebagai warga kehormatan Banser NU bisa menambal kelemahan dari Prabowo yang suaranya masih lemah di wilayah Pulau Jawa.
“Kalau Pak Erick Thohir terakhir saya bisa bilang dia melengkapi Pak Prabowo dari segi misalnya wilayah, jadi kalau misalnya Pak Prabowo ini kan kalau dalam pemilu sebelumnya dalam konteks kenapa Jokowi mengendorse Erick Thohir itu Pak Prabowo itu kan lemahnya di Jawa, maka Erick Thohir itu punya potensi kuat untuk menambal kelemahan Pak Prabowo di Pulau Jawa,” katanya.
Selain itu, menurut Igor duet maut antara Prabowo dan Erick berpotensi memenangi kontestasi cukup besar, mengingat keduanya dapat saling melengkapi satu sama lainnya.
Baca Juga: Memilih Dukung Prabowo Dibandingkan Ganjar Pranowo, Loyalis Jokowi: Alasannya, Sangat Ideologis...
“Berdasarkan survei Prabowo-Erick itu number one, the best itu karena pasti di endorse Pak Jokowi juga, jadi potensi pemilih nggak usah berpasangan dengan Erick Thohir, survei terbaru saya kutip LSI Denny JA mengatakan bahwa pemilih Pak Jokowi itu lebih memilih Pak Prabowo gimana kalau Prabowo Erick berpotensi ungguli pasangan lain,” tuntas Igor.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026