Suara.com - Jalan Tol Cipali-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi 4-6 telah diresmikan presiden Jokowi Berdasarkan informasi yang disampaikan, tol Cisumdawu memiliki tarif Rp1.275 per kilometer.
"Tarifnya kira-kira Rp1.275 per kilometer, jauh lebih murah karena 50 persen biaya konstruksi dibiayai oleh pemerintah," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono .
Basuki menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol ini menghabiskan biaya sebesar Rp18,3 triliun, dengan Rp9,07 triliun berasal dari APBN dan sisanya berasal dari Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Meskipun dikenakan tarif Rp1.275, Tol Cisumdawu akan diberikan gratis kepada pengguna selama 2 hingga 3 minggu setelah peresmian.
"Dalam waktu 2 hingga 3 minggu akan ada uji coba gratis, namun tergantung pada Standar Pelayanan Minimal (SPM), saya minta ini dicek terlebih dahulu," tambah Basuki.
Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra Atmawidjaja, menyatakan bahwa pengenaan tarif tersebut mengacu pada Perjanjian Pengusaha Jalan Tol (PPJT).
Meskipun mengacu pada PPJT lama, tarif yang diberlakukan tidak seberapa mahal seperti tol generasi baru yang memiliki tarif relatif tinggi.
"Yang jelas, tarifnya tidak sama dengan tol generasi baru saat ini yang tarifnya antara Rp1.500 hingga Rp2.000. Dengan tarif Rp1.275 untuk jarak 61,6 kilometer, itu masih di bawah Rp80.000. Saya kira 61 kilometer dengan tarif Rp80.000 masih terjangkau," jelas Endra.
Terkait tarif, Endra memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi.
Baca Juga: Proyek Tol Cisumdawu Diharap Buat Bandara Kertajati Lebih 'Hidup'
"Menteri meminta tarifnya bebas selama 2 hingga 3 minggu. Kami meminta beberapa hal disempurnakan oleh BUJT," tambah Endra.
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Pamerkan Tol Cisumdawu, Dokter Tifa: Jalan Ini Pemiliknya Haji Jusuf Hamka, Petugas Partai Cuma Numpang Selfie
-
Wamen BUMN Ingin Capres Anies, Ganjar, Prabowo Lanjutkan Proyek Jalan Tol Sumatera
-
Ratusan Warga Sumedang Dapat Bantuan Sembako dari Presiden Jokowi dan Pemkab Sumedang
-
Serba-serbi Tol Cisumdawu, Penunjang Bandara Kertajati Telan Anggaran Rp 18,3 Triliun
-
Proyek Tol Cisumdawu Diharap Buat Bandara Kertajati Lebih 'Hidup'
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?
-
Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027
-
IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar
-
Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'
-
Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya
-
Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen
-
HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM
-
Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online
-
Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail