Suara.com - BUMN konstruksi dan properti, PT Waskita Karya (Persero) tidak mampu membayar bunga ke-12 dan melunasi pokok atas obligasi berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2020 yang jatuh tempo pada tanggal 6 Agustus 2023.
Sebagaimana disampaikan Presiden Direktur Waskita Karya, Mursyid yang menjelaskan bahwa pihaknya tidak dapat menyetor dana kepada KSEI sebagai Agen Pembayaran sesuai dengan kesepakatan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
Pada 5 Mei 2023 lalu, emiten berkode WSKT itu juga gagal bayar bunga ke-11 dari obligasi tersebut dan telah dinyatakan lalai oleh Wali Amanat pada tanggal 30 Mei 2023.
Waskita Karya saat ini juga telah menyampaikan penundaan pembayaran obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2020 yang akan jatuh tempo awal Agustus.
Akibat kondisi keuangan yang buruk, Bank Mandiri Tbk sebagai salah satu bank plat merah telah menghentikan fasilitas pembiayaan kendaraan bermotor untuk pekerja Waskita Karya, bersama dengan PT Wijaya Karya dan PT Amarta Karya. Bank Mandiri menjalankan tindakan tersebut sebagai langkah kehati-hatian dalam menyalurkan kredit dan untuk melindungi debitur dan stakeholder terkait.
Dengan kondisi utang yang mengkhawatirkan, Waskita Karya diharapkan memperbaiki keuangan mereka agar dapat memenuhi kewajiban pembayaran obligasi di masa depan.
Saat ini, informasi yang lebih rinci mengenai tindakan lanjut terhadap kondisi keuangan perseroan belum dijelaskan, namun Bank Mandiri menyatakan bahwa mereka akan melakukan review terkait pemberian kredit jika kondisi keuangan Waskita Karya membaik.
Berita Terkait
-
Nelangsa Waskita Karya: Utang Menggunung, Pegawai Dilarang Ambil Kredit Kini PMN Rp3 T Dibatalkan
-
Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Siapkan Rp528 Miliar untuk Lunasi Obligasi
-
Alasan PMN Rp3 Triliun Buat Waskita Karya Dibatalkan Erick Thohir
-
Gigit Jari! Pemerintah Batalkan Pencairan PMN Senilai Rp3 T Buat Waskita, Dirut Buka Suara
-
Waskita Karya di Ujung Tanduk: Modal Negara Dibatalkan, Terancam Gulung Tikar?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?