Suara.com - Schneider Electric, perusahaan otomasi energi menjaring ide dan inovasi dari para anak-anak muda terkait dengan efisiensi energi dalam bangunan gedung. Maka dari itu, Schneider kembali menggelar Go Green Student Competition 2023 yang kekinian telah ditetapkan pemenanngnya.
Go Green sendiri merupakan kompetisi berskala global yang dicanangkan pada tahun 2011 dan ditujukan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri dan tumbuh menjadi profesional di bidangnya. Melalui kompetisi ini, peserta juga berkesempatan untuk belajar secara langsung dari pakar industri serta mendorong diri mereka untuk berinovasi melalui ide-ide yang berani dan berkelanjutan.
Tahun ini, gelar juara diraih oleh tim Bentala yang beranggotakan mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Tim Intermezzo yang juga berasal dari ITB; dan tim Grafena dari Universitas Indonesia dan Universitas Atmajaya melengkapi daftar pemenang pada kompetisi tahun ini.
Para tim pemenang berhasil merumuskan beberapa solusi terbaik dari permasalahan umum yang dihadapi pengelola gedung perkantoran dan hotel untuk melibatkan para penyewa gedung dan tamu hotel untuk mengurangi jejak karbon melalui pemanfaatan teknologi sehingga tercipta sirkularitas dan efisiensi energi untuk tujuan keberlanjutan jangka panjang.
"Kami menaruh perhatian lebih terhadap pengembangan kemampuan generasi muda, dan dengan demikian kami sangat senang dapat memberikan ruang bagi para generasi muda untuk bisa melahirkan ide-ide berkelanjutan," ujar Human Resources Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Sondang Saktion yang dikutip, Jumat (11/8/2023).
Executive Director Green Building Council Indonesia, Tito Aribowo berharap para finalis dapat memberikan solusi yang komprehensif untuk membantu para pengelola gedung dan hotel menyediakan bangunan masa depan yang modern dan berkelanjutan.
"Inovasi yang saya lihat hari ini sangat baik, di mana dalam waktu yang sangat singkat dapat memberikan sesuatu yang dapat diimplementasikan. Kemudian yang lebih penting adalah melihat antusiasme dan ide setiap kelompok untuk menunjukkan bahwa mereka turut serta dalam gerakan mengurangi jejak karbon dan penghematan energi," kata dia.
Pemenang Schneider Go Green 2023 akan menjalani periode mentorship bersama Schneider Electric hingga September 2023 sebelum kembali turut serta pada kompetisi global tingkat Asia pada tanggal 7 September.
Selain menjadi perwakilan Indonesia, para pemenang akan mendapatkan kesempatan magang di Schneider Electric. Selama periode tersebut, pemenang kompetisi akan mendapatkan pelatihan dan ditempatkan pada bagian usaha Schneider Electric sehingga dapat terbangun skill-set yang lengkap untuk memulai perjalanan karier mereka.
Baca Juga: Mantap! Pertamina Hulu Mahakam Catat Rekor Baru Pengeboran Sumur di Wilayah Kerja Mahakam
"Dengan berbagai jenis tema yang diusung setiap tahunnya, solusi yang dihasilkan oleh para peserta Go Green diharapkan dapat diimplementasikan untuk mendukung dan membantu Indonesia dalam melakukan transformasi digital dan mencapai net zero emission. Kami juga berharap antusiasme para finalis dan pemenang hari ini dapat menginspirasi lebih banyak lagi para geneasi muda untuk bergabung di masa mendatang," pungkas Sondang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini
-
Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI
-
Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000
-
Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71
-
Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!
-
IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global
-
Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang
-
MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG
-
WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam