Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku sudah menerima surat resmi atas pembatalan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk melantai di bursa saham melalui Initial Public Offering alias IPO pada tahun ini.
Hal tersebut langsung dikatakan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada media di Jakarta, Selasa (8/8/2023).
"Sudah menyampaikan (surat resmi pembatalan IPO)," kata Nyoman.
Berdasarkan data pipeline IPO BEI hingga 4 Agustus 2023 terdapat 38 perusahaan yang saat ini antre untuk mencatatkan saham perdananya.
Berdasarkan POJK Nomor 53/POJK.04/2017, saat ini klasifikasi aset Perusahaan yang berada dalam pipeline, Perusahaan aset skala menengah dengan aset Rp 50 miliar-Rp 250 miliar mendominasi dengan 22 perusahaan. Kemudian disusul 10 perusahaan aset skala besar atau aset di atas Rp 250 miliar. Selanjutnya enam Perusahaan aset skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar.
Berikut rincian sektornya:
3 perusahaan dari sektor basic materials
8 perusahaan dari sektor consumer cyclicals
8 perusahaan tercatat dari sektor consumer non-cylicals
3 perusahaan dari sektor energi
1 perusahaan dari sektor keuangan
3 perusahaan dari sektor healthcare
2 perusahaan dari sektor industri
1 perusahaan dari sektor infrastruktur
4 perusahaan dari sektor properties and real estate
3 perusahaan dari sektor teknologi
2 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik
Sebelumnya, PHE dipastikan tidak akan melakukan penawaran umum saham perdana.
Kondisi pasar yang tak pasti dan perkembangan harga minyak yang labil menjadi biang keroknya.
Baca Juga: Pergerakan IHSG Sepakan Ini, Letoi 0,69%
Wakil Menteri I Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo memastikan pembatalan IPO tersebut.
"Kita akan tunda listing-nya PHE," kata Tiko sapaan akrabnya di Shangri-La, Jakarta, Rabu (26/7/2023).
Tiko beralasan pembatalan IPO anak usaha PT Pertamina Persero tersebut dikarenakan kondisi pasar yang tidak menentu, selain itu labilnya harga minyak dunia juga menjadi pertimbangan.
Tiko menambahkan untuk meningkatkan nilai jual PHE sebelum melakukan go public, Tiko memastikan pihaknya akan fokus pada optimalisasi operasional, salah satunya dengan mengeksplorasi sumur minyak baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000
-
OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta
-
BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah
-
BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
-
Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram
-
IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak