Bisnis / Keuangan
Selasa, 08 Agustus 2023 | 15:14 WIB
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna. (Suara.com/Fauzi)

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku sudah menerima surat resmi atas pembatalan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk melantai di bursa saham melalui Initial Public Offering alias IPO pada tahun ini.

Hal tersebut langsung dikatakan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada media di Jakarta, Selasa (8/8/2023).

"Sudah menyampaikan (surat resmi pembatalan IPO)," kata Nyoman.

Berdasarkan data pipeline IPO BEI hingga 4 Agustus 2023 terdapat 38 perusahaan yang saat ini antre untuk mencatatkan saham perdananya.

Berdasarkan POJK Nomor 53/POJK.04/2017, saat ini klasifikasi aset Perusahaan yang berada dalam pipeline, Perusahaan aset skala menengah dengan aset Rp 50 miliar-Rp 250 miliar mendominasi dengan 22 perusahaan. Kemudian disusul 10 perusahaan aset skala besar atau aset di atas Rp 250 miliar. Selanjutnya enam Perusahaan aset skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar.

Berikut rincian sektornya:

3 perusahaan dari sektor basic materials
8 perusahaan dari sektor consumer cyclicals
8 perusahaan tercatat dari sektor consumer non-cylicals
3 perusahaan dari sektor energi
1 perusahaan dari sektor keuangan
3 perusahaan dari sektor healthcare
2 perusahaan dari sektor industri
1 perusahaan dari sektor infrastruktur
4 perusahaan dari sektor properties and real estate
3 perusahaan dari sektor teknologi
2 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik

Sebelumnya, PHE dipastikan tidak akan melakukan penawaran umum saham perdana.

Kondisi pasar yang tak pasti dan perkembangan harga minyak yang labil menjadi biang keroknya.

Baca Juga: Pergerakan IHSG Sepakan Ini, Letoi 0,69%

Wakil Menteri I Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo memastikan pembatalan IPO tersebut.

"Kita akan tunda listing-nya PHE," kata Tiko sapaan akrabnya di Shangri-La, Jakarta, Rabu (26/7/2023).

Tiko beralasan pembatalan IPO anak usaha PT Pertamina Persero tersebut dikarenakan kondisi pasar yang tidak menentu, selain itu labilnya harga minyak dunia juga menjadi pertimbangan.

Tiko menambahkan untuk meningkatkan nilai jual PHE sebelum melakukan go public, Tiko memastikan pihaknya akan fokus pada optimalisasi operasional, salah satunya dengan mengeksplorasi sumur minyak baru.

Load More