Di sisi lain, peringkat bergengsi Fortune Indonesia 100 juga memacu Lippo Group untuk memperkuat bisnis dari lini lainnya. Hal itu, kata John, akan ditempuh dengan berbagai strategi agar setiap unit bisnis dan keberadaan Lippo Group terus relevan bagi perubahan zaman.
“Saat perekonomian kini didorong berbagai kemajuan digital, kami telah lama ikut berkontribusi dari sisi pendanaan dan pengembangan startup. Dari sisi layanan, kami bisa dikatakan pionir dalam penerapan konsep omnichannel,” tegas John.
Dia menjelaskan perubahan era dan perkembangan ekonomi terjadi setiap waktu.
Dikatakan, berkaca dari peringkat Fortune Indonesia 100, sedekade silam mungkin peringkat akan didominasi perusahaan-perusahaan dari sektor komoditas.
“Saat ini, sektor teknologi, jasa, dan industri mulai mengimbangi,” kata John.
John menilai jauh ke depan tidak menutup kemungkinan sektor seperti properti bisa terus melesat seiring kebutuhan perumahan, hingga perubahan pola hidup.
“Dalam bisnis, semuanya menjadi mungkin. Karena itu, Lippo Group senantiasa mempersiapkan diri untuk terus melakukan inovasi dan perubahan,” tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara