Suara.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memiliki sejumlah strategi dalam rangka memulihkan kembali kondisi keuangan dan bisnis perusahaan.
President Director WSBP FX Poerbayu Ratsunu mengatakan bahwa pemulihan dan penyehatan keuangan akan terus dilakukan dengan berbagai upaya diantaranya dengan melakukan restrukturisasi, memaksimalkan perbaikan kinerja operasional, serta meningkatkan pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Untuk itu, strategi utama yang dilakukan WSBP yaitu fokus pada pelaksanaan program transformasi dan restrukturisasi bisnis.
"Dalam jangka panjang, strategi WSBP akan memaksimalkan seluruh lini bisnis terintegrasi untuk mendukung misi WSBP menjadi One Stop Solution for Customer. WSBP juga terus memperluas jangkauan pemasaran untuk memastikan pertumbuhan nilai kontrak baru baik dari Waskita Grup maupun eksternal," kata Poerbayu ditulis Selasa (12/9/2023).
Kemudian, lanjut dia, WSBP juga akan terus meningkatkan penerapan prinsip-prinsip dalam manajemen risiko dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
Selain itu, WSBP juga memiliki program transformasi bisnis yang memiliki tiga pilar penting, yakni Operational Exellence, Business Nourishment, serta Technology & Digitalization.
"WSBP berupaya untuk memperkuat dari sisi operasional dan efisiensi agar kegiatan operasional berjalan seamless serta sejalan dengan capaian prestasi keuangan," kata Poerbayu.
Sebagai langkah kongkrit jangka pendek, WSBP terus menjalankan program optimalisasi aset guna mendorong pemulihan fundamental keuangan dengan melakukan sentralisasi produksi yang dipusatkan pada 4 Plant terbesar guna meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan tingkat utilitas, mengoptimalkan material yang dihasilkan dari quarry milik sendiri dalam mendukung proses produksi, hingga menjajaki bisnis jasa penyewaan alat-alat berat konstruksi guna meningkatkan pendapatan usaha.
"Dengan dilakukannya serangkaian upaya yang telah dilaksanakan sejak tahun 2022, WSBP optimis dapat mencatatkan pertumbuhan seiring dengan rencana restrukturisasi bisnis," sebutnya.
Baca Juga: WSBP Pulihkan Keuangan Lewat Optimasi dan Efisiensi, Ini Kata Analis
Andalkan Inovasi dan Keunggulan Supply Chain
Menurut Poerbayu, keunggulan yang dimiliki WSBP yaitu pada di segi supply chain yang dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan material batu di quarry, produksi beton cair/readymix di batching plant, produksi beton precast yang masif di plant, proses pengiriman produk yang tepat waktu ke lokasi proyek, hingga proses pengerjaan konstruksi.
"Dengan keunggulan sebagai one stop solution construction provider tersebut, WSBP telah memproduksi beton precast dan readymix unggulan serta pengerjaan jasa konstruksi di berbagai proyek infrastruktur. WSBP juga bermitra baik dengan banyak vendor dari berbagai jenis bidang, seperti penyedia material, pekerja konstruksi, jasa pengiriman, sewa alat, dan lain sebagainya," terang dia.
Selain itu, WSBP juga terus berinovasi menghadirkan produk-produk yang unggul. Berbagai inovasi produk yang telah dihasilkan antara lain SPRigWP, bantalan jalan rel tipe 1067 dan 1435, tiang listri beton, modular (iMod, IHome, Ibuild), dan inovasi lainnya.
"Saat ini produk beton yang banyak digunakan adalah produk spun pile dan girder untuk proyek jalan tol, jembatan, gedung, dan lain-lain," kata dia.
Terakhir, Poerbayu menuturkan bahwa dirinya melihat peluang pasar infrastruktur dan konstruksi secara umum masih sangat potensial untuk digarap baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Pasar infrastruktur masih didorong oleh penyelesaian proyek strategis nasional (seperti jalan tol, pembangunan Kawasan bendungan dll), dan penyelesaian IKN.
"Sektor oil & gas juga menunjukan peluang besar untuk perusahaan konstruksi dan manufaktur beton, di mana WSBP meraih kontrak Proyek LNG Terminal dan Regasifikasi di Sumbawa," tutup Poerbayu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%