Suara.com - Unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (Tjiwi Kimia) menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan integrasi teknologi fotovoltaik dengan panel surya dalam operasionalnya.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PT. Tjiwi Kimia untuk mendorong praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan dan mendukung pencapaian target dekarbonisasi dari Pemerintah Indonesia.
Bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi PT. Tjiwi Kimia ke-51 tahun, Perusahaan meresmikan pengoperasian instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap terpasang pada area seluas 11.4 ha dengan kapasitas 9.8 MWp.
Instalasi PLTS ini diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 12,400 ton CO2e setiap tahunnya. Instalasi ini melibatkan 11 bangunan besar, dengan memanfaatkan potensi dari atap bangunan tanpa mengganggu area terbuka hijau. Dengan listrik yang dihasilkan, harapannya dapat mendukung keperluan penerangan serta produksi lainnya.
Ke depannya, instalasi serupa akan dilakukan di seluruh mills APP Sinar Mas.
Suhendra Wiriadinata, Direktur Utama PT Tjiwi Kimia menyatakan, "Berfokus pada prinsip-prinsip keberlanjutan, kami berkomitmen menjalankan usaha dengan memperhatikan aspek lingkungan, ekonomi, sosial, dan tata kelola yang baik. Adopsi teknologi solar panel ini adalah wujud nyata dari dedikasi kami untuk berkontribusi menciptakan masa depan yang lebih baik dengan melakukan proses dekarbonisasi."
Langkah Tjiwi Kimia ini sejalan dengan komitmen peningkatan kinerja ESG yang lebih baik dalam setiap kegiatan bisnis dan operasional APP Sinar Mas, yang juga tertuang dalam Sustainability Roadmap Vision 2030. Penerapan prinsip-prinsip ESG merupakan aspek penting dari rangkaian operasional Perusahaan, yang harus dijadikan fokus karena akan berdampak signifikan pada kelangsungan usaha jangka panjang.
Penerapan prinsip ESG dalam aspek produksi antara lain dengan pengurangan jejak karbon (dekarbonisasi) melalui praktik kerja terbaik, salah satunya dengan menggunakan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan. Selain itu juga dilakukan peningkatkan komposisi energi terbarukan dalam bauran energi dan mengurangi konsumsi energi.
Gubernur Jawa-Timur, Khofifah Indar Parawansa memberi apresiasi atas inovasi Tjiwi Kimia. "Melalui inisiatif ini, Tjiwi Kimia telah menunjukkan bagaimana industri dapat berkembang dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan," katanya.
Kofifah juga menambahkan, bahwa untuk sebuah korporasi, PLTS Atap yang dibangun Tjiwi Kimia ini merupakan yang terbesar di Indonesia. "Apa yang dilakukan oleh Tjiwi Kimia menjadi referensi tidak hanya bagi perusahaan di Jawa Timur tapi juga di Indonesia," ungkapnya.
Suhendra menambahkan, dalam konteks yang lebih luas, adopsi teknologi solar panel oleh Tjiwi Kimia sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mencapai zero emisi dan mendorong FOLU Net Sink 2030. Penerapan teknologi ini dalam proses produksi kertas tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memastikan pengurangan emisi karbon secara signifikan.
Dengan berkontribusi aktif dalam pencapaian target pemerintah, Tjiwi Kimia memperlihatkan peran aktif industri dalam penciptaan masa depan yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari inisiatif berkelanjutan, Tjiwi Kimia juga berencana untuk memperluas penggunaan panel surya ini melalui Program PLTS Atap Tahap 2, yang telah dimulai persiapan lapangannya. Program Tahap 2 ini akan dibangun secara bertahap sesuai hasil studi kelayakan. Setiap langkah yang diambil memperkuat visi Tjiwi Kimia untuk berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.
"Kami di Tjiwi Kimia yakin bahwa inovasi dan kolaborasi adalah kunci untuk menciptakan masa depan industri yang berkelanjutan di Indonesia," tutup Suhendra Wiriadinata.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen