Suara.com - Viral ada video di mana Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diminta iuran untuk pemenangan salah satu pasangan capres dan cawapres. Iuran itu mengarah ke pemenanganan capres dan cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Menanggapi hal itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas mengaku belum tahu dan irit bicara terkait video viral tersebut.
"Wah saya belum mendengar, nanti kita cek," kata Anas di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/11/2023).
Anas juga tidak menanggapi terkait adanya delapan organisasi kepala desa yang hanya mengundang pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Ia langsung berjalan menaiki mobil dinasnya sambil melontarkan senyum kepada para awak media.
ASN Akui dapat arahan Bupati
Sebelumnya, video viral itu beredar di media sosial X yang mana, ada seorang perempuan yang berseragam PNS Pemerintah Kabupaten Boyolali mengakui dapat arahan dari bupati agar memenangkan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.
Bahkan, wanita tersebut juga mengaku ditarik iuran untuk biaya pemenangan. Jika tidak membayar, maka akan diancam pindah dari tempat tinggalnya.
Video terbaru dari akun @PartaiSocmed memperlihatkan ada video belasan orang yang diduga PNS Boyolali mengembalikan uang iuran di satu ruangan.
"Karena kita sudah bulat untuk dibubarkan, kita bubarkan. Kemudian uang yang sudah terkumpul kita bagikan," kata pria berkemeja hitam yang membacakan kesimpulan rapat.
Baca Juga: Keuntungan Bagi ASN/PNS yang Mau Pindah ke IKN Nusantara Tahun 2024
"Setelah kita tidak ada organisasi ASN Paguyuban ini, nek panjenengan ada sikap, tindakan, perilaku, gerakan, mengarah ketidaknetralan menjadi tanggung jawab masing-masing," lanjutnya.
PDIP Buka Suara
DPD PDIP Jateng akhirnya buka suara setelah menginvestigasi hebohnya video tersebut. Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto menjelaskan, pihaknya melakukan investigasi untuk mencari kebenaran video tersebut.
"Pernyataan itu didesain atau fakta? Kita juga masih tanda tanya bos, bahkan kemarin ada yang bersalaman dengan Ibu (Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri) saja ada yang mendesain, faktanya tidak begitu,” kata Bambang Wuryanto dilansir dari ANTARA, Minggu (19/11/2023).
Dia memaparkan, PDIP akan memberikan tanggapan dan klarifikasi secara resmi jika video rekaman ASN Boyolali tersebut terbukti merupakan fakta.
"Kalau sudah benar itu fakta, baru kita tanggapi, tapi kalau belum fakta jangan ditanggapi. Kalau ditanggapi berarti saya terjebak dalam urusan yang belum pasti," imbuh dia.
Tanggapan Gibran
Calon wakil presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Gibran Rakabuming Raka ikut menanggapi kabar tak sedap jelang Pilpres 2024. Ia meminta agar masalah-masalah seperti anggota polisi yang tak netral dilaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)
"Ya dibuktikan aja. Kalau ada bukti ya dilaporkan, gitu aja," pungkas Gibran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026