Suara.com - Nasabah biasanya membutuhkan pergantian kartu apabila kartu ATM mereka akan kedaluwarsa (expired) atau hilang. Berikut terdapat penjelasan mengenai cara ganti kartu ATM BritAma.
Perlu diketahui, nasabah dapat melakukan pergantian kartu secara mandiri menggunakan Replacement Card Machine (RCM) dan Digital CS BRI. Kedua mesin itu biasanya ada di kantor cabang BRI yang berukuran besar.
Selain itu, nasabah juga dapat mengganti kartu ATM Britama melalui Customer Service (CS). Cara ketiga membutuhkan waktu lebih lama karena kalian perlu antre untuk menuju ke CS. Dua cara pertama lebih mudah sehingga kita hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
Dikutip dari laman resmi perusahaan, Replacement Card Machine (RCM) adalah mesin layanan digital yang dapat melakukan penggantian kartu ATM sesuai kebutuhan nasabah dengan memanfaatkan data nasabah, E-KTP dan fingerprint untuk melakukan validasi data.
Berikut cara ganti kartu ATM BritAma melalui Replacement Card Machine (RCM):
- Klik Mulai > Klik Penggantian Kartu (opsi ada di layar sentuh).
- Mesin akan menawarkan beberapa opsi pergantian kartu seperti Kartu Akan Segera Expired, Kartu Hilang, Kartu Biasa, Kartu Expired, Kartu Rusak, Kartu Terblokir atau Kartu Chip.
- Klik sesuai kebutuhan kalian (misal kalian ingin mengganti kartu yang hampir Expired klik opsi Kartu Akan Segera Expired.
- Masukkan nomor rekening Anda > klik Enter.
- Masukkan PIN Anda.
- Konfirmasi Pemilik Rekening > Klik Lanjutkan.
- Ambil Foto.
- Verifikasi E-KTP (letakkan KTP di tempat yang disediakan oleh RCM) dan scan jari telunjuk Anda di fingerprint reader.
- Menu akan menampilkan pilihan kartu yang tersedia.
- Klik salah satu gambar kartu sehingga muncul notifikasi "Apakah Anda akan melanjutkan Transaksi?" > Pilih Ya (transaksi akan dikenakan biaya Rp 15 ribu).
- Ikuti petunjuk selanjutnya dari mesin serta baca Syarat dan Ketentuan > klik Setuju.
- Bubuhkan Tanda Tangan Digital.
- Masukkan PIN Baru Anda (jangan menggunakan tanggal lahir karena akan tertolak).
- Klik Lanjutkan > Mesin RCM akan memproses pencetakan kartu ATM BRI baru.
Selain RCM, nasabah juga bisa mengandalkan Digital CS BRI. Sembilan fitur yang ada pada Digital CS BRI yaitu Pembukaan Rekening, Penggantian Kartu, Reissue PIN, Enable Kartu, Passbook Printing (Card & Cardless), Cetak Rekening Koran (Card & Cardless), Kirim Rekekening Koran Via Email (Card & Cardless), Cetak 5 transaksi Terakhir (Card & Cardless), dan Penerbitan Kartu Debit.
Tak semua kantor cabang BRI menyediakan Digital CS. Meski begitu, kantor cabang di kota-kota besar kerap mempunyai layanan tersebut. Langkah pergantian kartu hampir mirip dengan tahapan di RCM, namun lebih singkat. Berikut cara mengganti kartu ATM BritAma melalui Digital CS BRI:
- Klik Mulai.
- Pilih Penggantian Kartu.
- Pilih salah satu jenis penganggantian kartu (misal Kartu Rusak).
- Masukkan nomor rekening.
- Masukkan PIN ATM.
- Verifikasi E-KTP dan verifikasi sidik jari
- Pilih Jenis kartu.
- Ikuti langkah selanjutnya dengan membaca Syarat dan Ketentuan (Anda perlu mencentang kotak persegi putih sebagai tanda
- persetujuan)
- Bubuhkan Tanda Tangan Digital.
- Masukkan PIN Baru Anda (jangan menggunakan tanggal lahir karena akan tertolak).
- Klik Lanjutkan > Mesin Digital CS BRI akan memproses pencetakan kartu ATM BRI baru.
Berikut cara ganti kartu ATM BritAma melalui Customer Service:
- Pergi ke kantor cabang BRI terdekat.
- Ambil nomor antrean.
- Tunggu di tempat duduk sembari menunggu nomor antrean dipanggil.
- Setelah nomor dipanggil, pergi ke CS dan infokan bahwa Anda ingin melakukan pergantian kartu.
- CS akan melakukan verifikasi data terkait nomor rekening dan data diri.
- Apabila data cocok, Customer Service bakal memproses penggantian kartu (biaya pembuatan kartu ATM gratis apabila kedaluwarsa dan berbayar jika hilang atau rusak).
- Buat PIN Baru.
- Kartu ATM BRI anyar selesai dibuat.
Itulah tadi penjelasan mengenai cara mengganti kartu ATM Britama, langkahnya mudah bukan?
Baca Juga: 3 Fakta Menarik Persib Bandung Ubah Hari Jadi, Kini Lebih Tua dari PSSI
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026