Suara.com - Ramadan, bulan suci umat Islam, identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat. Kebutuhan untuk persiapan buka puasa dan sahur membuat masyarakat berbelanja lebih banyak.
Tren ini pun bisa dimanfaatkan oleh investor dengan melirik saham-saham tertentu yang berpotensi naik selama Ramadan.
Sektor Ritel Favorit
Saham-saham dari perusahaan ritel biasanya menjadi primadona saat Ramadan. Peningkatan permintaan terhadap bahan pangan, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya membuat kinerja emiten ritel cenderung meningkat.
Beberapa saham ritel yang kerap diuntungkan saat Ramadan yang dirangkum Suara.com pada Selasa (12/3/2024) sebagai berikut:
1. ERAA (PT Erajaya Swasembada Tbk)
2. MAPA (PT Matahari Putra Prima Tbk)
3. AMRT (PT Matahari Department Store Tbk)
4. MAPI (PT Mitra Adiperkasa Tbk)
Selain Ritel, Perhatikan Juga Konsumer dan Restoran
Tak hanya ritel, saham-saham dari perusahaan konsumer dan pengelola restoran juga berpotensi cuan di Ramadan. Meningkatnya konsumsi masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari dan buka puasa bersama bisa menjadi katalis positif bagi emiten-emiten tersebut.
Contoh saham konsumer yang berpotensi naik adalah:
Baca Juga: Aurel Hermansyah Tenteng Tas Branded saat Tarawih Pertama, Harganya Gak Kaleng-Kaleng
1. INDF (PT Indofood Sukses Makmur Tbk)
2. ICBP (PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk)
3. MYOR (PT Mayora Indah Tbk)
Ingat, Investasi Tetap Perlu Analisa
Meskipun historisnya saham-saham di sektor tertentu cenderung naik saat Ramadan, penting untuk diingat bahwa investasi tetap membutuhkan analisa yang baik.
Jangan hanya ikut-ikutan tren, tetapi cermati juga kondisi fundamental perusahaan dan kinerja keuangannya sebelum memutuskan membeli saham.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026