Suara.com - Sistem absensi Clock in dan clock out merupakan proses absensi yang dilakukan karyawan saat mereka datang dan pulang dari tempat kerja.
Walaupun terlihat sederhana, proses ini memiliki peran penting dalam menjaga kedisiplinan dan produktivitas kerja, serta memengaruhi sistem penggajian.
Head of Business Mekari Talenta, Stevens Jethefer, mengatakan, sistem clock in dan clock out yang baik haruslah mudah digunakan, akurat dalam merekam kehadiran karyawan, dan terintegrasi dengan sistem absensi dan payroll.
"Sistem ini tidak boleh disepelekan karena berdampak langsung pada pengaturan HR dan produktivitas kerja," ujarnya ynag dikutip, Sabtu (11/5/2024).
Kekinian, banyak perusahaan beralih ke teknologi untuk mendukung kelancaran clock in dan clock out.
Teknologi ini tidak hanya mempermudah proses absensi, tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan data mengenai pola hadir karyawan yang dapat digunakan untuk merancang kebijakan HR yang lebih efektif.
Stevens memprediksi bahwa teknologi mutakhir seperti touchless portal dengan facial recognition akan semakin banyak diadopsi oleh perusahaan untuk memudahkan clock in dan clock out karyawan.
Teknologi ini menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi dan mempercepat proses absensi.
"Dengan sistem clock in dan clock out yang baik dan pemanfaatan teknologi mutakhir, perusahaan dapat meningkatkan kedisiplinan dan produktivitas kerja karyawan, serta mempermudah proses penggajian," pungkas dia.
Baca Juga: Kunjungan Konjen India ke Kota Makassar Buka Peluang Bisnis Industri
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo