- Sebanyak 195 warga binaan di Jakarta langsung bebas pada 17 Agustus 2026.
- Pembebasan tersebut didapatkan setelah mereka menerima remisi umum II dalam rangka HUT ke-81 RI.
- Kakanwil Ditjenpas DKI Jakarta Wachid Wibowo menyampaikan hal itu di Lapas Kelas IIA Salemba.
Suara.com - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta Wachid Wibowo mengatakan sebanyak 195 warga binaan di Jakarta dinyatakan bebas pada Senin (17/8/2026).
Mereka langsung bebas setelah mendapatkan remisi umum II (RU II) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Wachid menjelaskan, saat ini terdapat 12.015 warga binaan dan anak binaan di seluruh Jakarta. Jumlah tersebut terdiri dari 2.838 tahanan dan 9.138 narapidana.
Selain itu, terdapat anak yang berhadapan dengan hukum, yang terdiri dari empat tahanan dan 35 narapidana.
"Jumlah seluruhnya remisi yang kita usulkan sebanyak 7.555 orang. Remisi yang disetujui sampai dengan saat ini berjumlah 7.555 orang," kata Wachid di Lapas Kelas IIA Salemba, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.218 warga binaan mendapatkan remisi umum I (RU I), sedangkan 317 lainnya menerima remisi umum II (RU II).
Namun, tidak seluruh penerima RU II dapat langsung menghirup udara bebas pada hari yang sama. Wachid menyebut hanya 195 warga binaan yang langsung bebas.
"Tapi yang bebas langsung 195 orang," ujar Wachid.
Sementara itu, warga binaan penerima RU II lainnya masih harus menjalani pidana pengganti atau subsider berupa kurungan badan.
Baca Juga: Miris! Potret Upacara HUT RI di Tengah Kepungan Karhutla Sumsel
Wachid berpesan kepada warga binaan yang telah bebas agar menerapkan berbagai pembinaan dan pembekalan yang telah diberikan selama menjalani masa pidana.
"Khususnya bagi warga binaan yang hari ini bebas, kami berpesan agar apa yang diberikan oleh petugas terkait hal-hal pembinaan dan juga pembekalan bagi mereka bisa diterapkan," ucapnya.
Ia juga meminta dukungan keluarga dan masyarakat agar para warga binaan yang telah bebas dapat kembali bersosialisasi dan berinteraksi secara baik di lingkungan mereka.
"Kami juga mohon dukungan kepada semua pihak, baik keluarga maupun masyarakat, agar mereka juga diberikan kesempatan untuk bersosialisasi, berinteraksi, dan juga bisa dapat bermanfaat, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun bagi negara," tandas Wachid.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
7 Warna Cat Kamar Mandi Terbaik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif
-
Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!
-
Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian
-
Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka
-
195 Warga Binaan di Jakarta Langsung Bebas Berkat Remisi HUT ke-81 RI
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Cicatih Sukabumi, Diduga Hilang dari Desa Cisarua
-
174.791 Warga Binaan Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 3.563 Langsung Bebas
-
Makna Kemerdekaan di Pondok Labu, Warga Ciptakan Sirine Pendeteksi Banjir
-
Dedi Mulyadi Minta Maaf di HUT ke-81 RI, Soroti Bahaya Feodalisme di Birokrasi
-
iPhone X dan MacBook Pro 2018 Dipensiunkan Apple