Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan membereskan masalah informasi dan komunikasi di situs resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Sebab, dia melihat masyarakat justru lebih senang mengadu ke media sosial dibandingkan langsung ke saluran resmi Kemenkeu.
Bahkan, Sri Mulyani mengaku sering menjadi sasaran aduan soal kebijakan Kemenkeu dari masyarakat di media sosial.
"Banyak masyarakat mengeluh bahkan sering lewat media sosial yang bahkan referensinya ke saya bukan Kemenkeu," ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senanya, Senin (10/6/2024).
Maka dari itu, dirinya akan menyertakan program kerja dengan menambah saluran atau channel untuk masyarakat mengeluhkan masalah di Kemenkeu.
Dia memastikan, akan membuat saluran pengaduan itu lebih mudah diakses masyarakat, sehingga tak lagi curhat di media sosial.
"Jadi kami terus minta Kemenkeu meningkatkan pintu dan jendela untuk mendengarkan keluhan masyarakat. Website Kemenkeu didorong untuk berintegrasi dengan ekosistem kehumasan di Kemenkeu, ini penting karena masyarakat ga bisa bedakan harus mengeluh kepada siapa," imbuh dia.
Mantan Direktur pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, salah satu yang akan dibenahi dalam saluran pengaduan ini yaitu contact Center.
"Pengelolaan komunikasi dan informasi ini penting terutama contact center," pungkas Sri Mulyani.
Baca Juga: Mau Visi Indonesia Tahun 2045 Tercapai? Sri Mulyani: Kuncinya Ada di Program Makanan Bergizi
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%