Suara.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Cabang Purwokerto membentuk klasterisasi budidaya ikan di ember atau budidamber di Unit Mekaar Sumbang 2, Banyumas. Dalam kegiatan tersebut, PNM memperkenalkan sebuah konsep yang menarik perhatian peserta dimana warga desa dapat melakukan budidaya ikan di pekarangan rumah.
Komisaris Independen PNM Nurhaida turut hadir dan mencoba praktik budidamber bersama ibu-ibu peserta lainnya. Bagi Nurhaida, program ini bisa menjadi sumber ketahanan pangan rumah tangga di desa. Selain mudah, budidamber bisa dilakukan oleh siapa saja.
“Ini bisa jadi sumber ketahanan pangan skala rumah tangga, selain untuk konsumsi pribadi juga bisa jadi peluang usaha. Apalagi warga desa terkenal dengan kebersamaannya, bisa saling bahu membahu mengelola dan mengembangkan potensi budidaya ikan di ember ini,” papar Nurhaida pada Kamis, (20/6/2024).
Ibu-ibu peserta program klasterisasi ini pun setuju dengan apa yang disampaikan oleh Nurhaida. Mereka juga melihat potensi besar dalam budidamber untuk membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus menyediakan sumber protein yang sehat. Salah satu nasabah yang turut menjadi peserta bernama Nani mengikuti instruksi dari pelatih budidaya yang difasilitasi oleh PNM.
”Ternyata gampang sekali, cuma siapin ember, pilih bibit ikan lele taruh di ember dan pasang rakit apung di atasnya untuk ditanami sayuran,” ungkap Nani sumringah.
Dalam beberapa minggu diharapkan, ikan-ikan lele mulai tumbuh dengan baik, dan kangkung hijau segar mulai muncul di rakit apung.
Nurhaida menambahkan, program klasterisasi yang digagas oleh PNM akan terus dioptimalkan agar sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah. Ia berharap klasterisasi budidamper dapat dilakukan secara kontinyu oleh warga desa dan memberi dampak positif bagi ekonomi dan sosial masyarakat.
”Semangat kebersamaan dan kerja keras mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang. Menunjukkan bahwa dengan inovasi dan kerjasama, perubahan positif bisa terjadi di mana saja, termasuk di desa kecil yang penuh potensi seperti Banteran” tutupnya.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-25, PNM Cabang Sukabumi Tanam 100 Pohon Endemik
Berita Terkait
-
Sambut Idul Adha Tahun Ini, PNM Salurkan Hewan Kurban ke Daerah Tertinggal, Terluar, dan Terdepan
-
Cerita Nasabah PNM Ciptakan Inovasi Olahan Bunga Mawar
-
Raih Penghargaan Special Award BIA 2024, Direksi PNM: Menambah Motivasi
-
Yuk! Ikutan Kompetisi Racik Jamu Kekinian Besutan PNM dan Kementerian BUMN
-
Hati-hati Pencurian Data Pribadi untuk Pinjol Ilegal, Begini Pesan PNM Mekaar
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Siapa yang Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemakaman Korban Tabrakan Kereta Api
-
Profil Green SM, Taksi Listrik Vietnam yang Viral Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Green SM Buka Suara Usai Keterlibatan Taksi dalam Kecelakaan KA di Bekasi
-
Imbas Tabrakan KRL dengan KA Agro Bromo Anggrek, Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara
-
Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA
-
Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia
-
Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
-
Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG
-
Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030