- Pemerintah Indonesia tengah mengembangkan PLTN, dengan minat bantuan dari Rusia dan Kanada, ditargetkan beroperasi tahun 2032.
- Sedang disiapkan Peraturan Presiden pembentukan NEPIO, yang nantinya akan diajukan persetujuan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
- Tujuan utama pengembangan PLTN ini adalah mendukung target Net Zero Emission 2060 serta menekan harga pokok penjualan listrik.
Suara.com - Pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia masih terus digodok pemerintah.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkap telah ada sejumlah negara yang berminat membantu pengembangan PLTN di Indonesia, di antaranya Rusia hingga Kanada.
Bersamaan dengan itu pemerintah juga tengah mempersiapkan Peraturan Presiden atau Perpres pembentukan Badan Pelaksana Pembangunan dan Pengoperasian PLTN atau Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO) sebagaimana diwajibkan Badan Energi Atom Internasional atau IAE.
"Jadi untuk PLTN itu kan kita juga harus memenuhi persyaratan di IAEA. Jadi ini untuk rancangan keputusan Presidennya, ini kan sudah selesai harmonisasi dan juga ini dalam proses pengundangan," ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Jumat (12/12/2025).
Selanjutnya, setelah Perpres pembentukan NEPIO rampung akan diajukan ke IAEA untuk meminta persetujuan.
Di sisi lain, saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia, Presiden Vladimir Putin menyatakan komitmennya untuk membantu Indonesia dalam pengembangan PLTN.
"Dari kunjungan Presiden kemarin, salah satunya Rusia yang menawarkan," imbuhnya. .
Yuliot pun memastikan, pemerintah tidak akan terburu-buru untuk menentukan negara yang bakal dijadikan mitra dalam pengembangan PLTN. Pemerintah, katanya, memiliki sejumlah pertimbangan penting, di antaranya nilai investasi, output dan efisiensinya.
"Jadi yang kita harapkan dengan adanya PLTN, harga pokok penjualan (HPP) listrik yang dijual ke PLN atau dibeli oleh PLN bisa lebih bersaing," tandasnya.
Baca Juga: Tekan Impor LPG, ESDM Buka Wacana Beri Subsidi Penggunaan DME
Rencananya, operasional PLTN di Indonesia akan dimulai pada 2032.
Pemanfaatan energi nuklir menjadi bagian dari strategi menuju target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060.
Pengembangan energi nuklir di Indonesia telah dimulai sejak sejak 1960-an, ditandai dengan pembangunan tiga reaktor riset, yaitu Reaktor Triga di Bandung (2 MW), Reaktor Kartini di Yogyakarta (100 kW), dan Reaktor Serpong di Tangerang Selatan (30 MW).
Adapun dasar hukum pengembangannya merujuk pada UU Nomor 10 Tahun 1967 tentang Ketenaganukliran, RPJPN 2025–2045, serta PP Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah
-
82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono
-
Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat
-
Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun
-
Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan
-
SPBE Bekasi Terbakar: Pertamina Patra Niaga Gagap Soal Data Korban, Investigasi Masih Gelap
-
Hadiah Prabowo dari Jepang-Korsel, Kantongi Komitmen Investasi Rp 575 Triliun
-
Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak