Suara.com - PT Pos Indonesia (Persero) mulai melayani pengiriman barang yang berasal dari e-commerce. Hal ini setelah perusahaan pelat merah itu digandeng e-commerce Shopee pada program Garansi Tepat Waktu.
Kolaborasi antara Pos Indonesia dan Shopee ditandai dengan dilakukannya penandatanganan kerja sama.
Senior Vice President Retail Business PT Pos Indonesia (Persero) W Lily Selanno mengatakan, pihaknya bersyukur dapat berpartisipasi ke dalam Program Garansi Tepat Waktu ini.
"Karena program ini sejalan dengan tujuan kami untuk menjaga kecepatan waktu pengiriman. Kami berharap bersama Shopee dapat terus memberikan kepuasaan Pelanggan ke depannya," ujarnya seperti yang dikutip, Rabu (3/7/2024)
Lily melanjutkan, kerja sama ini menjadi komitmen Pos Indonesia dengan Shopee dalam menjaga serta meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan.
Selain menjadi peluang bagi perusahaan logistik untuk dapat memberikan layanan pengiriman terbaik dan tepat waktu kepada pelanggan.
Karena, di program ini, kecepatan waktu pengiriman jadi kunci menjaga kepercayaan pengguna. Di mana, nantinya pelanggan Shopee akan mendapat kompensasi berupa voucher Garansi Tepat waktu Rp10.000 jika pesanan yang dikirim Pos Indonesia melewati batas waktu pengiriman. Pelanggan dapat mengklaim voucher sebelum status pesanan berubah jadi pesanan selesai.
Pos Indonesia, lanjut dia, saat ini memiliki lebih dari 42 kantor cabang utama, 168 kantor cabang, dan 3.663 kantor cabang pembantu. Pos Indonesia juga terhubung dengan 42.000 mitra dan 220 negara di dunia.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Christin Djuarto Shopee dan empat perusahaan logistik salah satunya Pos Indonesia akan terus berupaya menjaga dan meningkatkan kualitas layanan bagi para pelanggan di Indonesia.
Baca Juga: Dinilai Punya Itikad Baik, KPPU Minta Shopee Jalankan Bisnis Sehat
Pihaknya berharap, kerja sama strategis ini kedepannya juga dapat semakin mempererat hubungan baik, demi menjaga kepuasan pelanggan.
Diketahui, program kerja sama ini juga sejalan dengan temuan laporan Southeast Asia Ecommerce Logistic Market tahun 2024 dari Parcelmonitor 1 yang mengungkapkan 80% responden akan lebih sering berbelanja di toko online jika paket yang diterima datang tepat waktu.
87% responden menyatakan akan check-out produk saat berbelanja online, jika toko tersebut menyediakan keterangan perkiraan tepat waktu, dibandingkan hanya informasi tentang hari kedatangan paket.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terkini
-
DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China
-
Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?
-
B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman
-
Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor
-
Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat
-
Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok
-
90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya
-
Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional
-
Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI
-
Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama