Suara.com - Pemerintah mencatat hanya 27.000 karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pabrik tekstil. Namun, angka itu dinilai para buruh masih kurang.
Sebab, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat ada ratusan ribu orang kena PHK di industri tekstil.
"Catatan KSPI dan Litbang Partai Burung yang sudah ter-PHK itu beda dengan data Kemnaker. Data Kemnaker itu total 27 ribuan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, sedangkan data Litbang Partai Buruh dan KSPI ada 127 ribu buruh sudah ter-PHK di industri tekstil," ujar Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Rabu (3/7/2024).
Jumlah orang yang terimbas PHK itu, Menurut dia, masih bisa bertambah lagi.
Said Iqbal menyebut, gelombang PHK industri tekstil bisa terus terjadi jika kebijakan impor belum dicabut.
"Diprediksi lebih dari 20 ribu buruh di industri kurir dan logistik kena PHK kalau tidak mencabut Peraturan Menteri Perhubungan atau Dirjen Perhubungan Darat," jelas dia.
Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjan lewat satudata.kemnaker.go.id, Kemenaker terungkap ada 27.222 buruh yang sudah di-PHK dalam kurun Januari-Mei 2024.
Secara rinci, PHK itu telah berjalan sejak Januari (3.332 orang), Februari (7.694 orang, Maret (12.395 orang), April (18.829 orang), dan Mei (27.222 orang).
Baca Juga: Pencairan JKP Terus Meningkat Setiap Tahun, Efek Sistem Pegawai Kontrak dan PHK Massal?
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
Kemenkop Bantah Isu Kopdes Merah Putih Picu Konflik di Adonara, Ini Faktanya
-
OJK Resmi Punya Pejabat Baru, Ini Susunannya
-
Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun
-
Siap-siap! Harga BBM di RI Bakal Melakukan Penyesuaian 1 April 2026
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong